KATULAMPA MELUAP – Hujan deras di wilayah Bogor dan Puncak, mengakibatkan air di Bendungan Katulampa Bogor meluap hingga level siaga 1, di atas 240 Cm dari mercu bendung.

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor dan Puncak, Jawa Barat mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Hujan deras juga mengakibatkan debit air di hulu Ciliwung tepatnya di Pos Bendung Katulampa Bogor meluap hingga level siaga 1 di atas normal Senin, (05/02).

Petugas Bendungan, Katulampa Bogor, Andi Sudirman menyampaikan, status Siaga 1 di Bendung Katulampa itu mulai terjadi pada pukul 09.00 – 13.00 WIB. “Air di katulampa ini mulai naik dari level normal (50cm), hingga masuk level siaga itu mulai terjadi sejak pukul 03.00 WIB. Kemudian pada pukul 07.00 WIB, air terus bertambah besar dan meluap naik hingga berada di level siaga 1, terjadi mulai pukul 09.30 WIB,  dengan ketinggian muka air 240 Cm di atas mercu bendung. Air mulai berangsur surut pada level 150 Cm terjadi pada pukul 13.00 WIB, dan bertahan sampai sore ini (15.00 WIB),”  terang Andi Sudirman.

Dengan meluapnya debit air di hulu Kalai Ciliwung hingga level siaga 1 tersebut, masyarakat diimbau untuk terus wasapada dan berhati-hati dengan menghindari aktivitas di sepanjang aliran kali Ciliwung. “Dengan debit air rata-rata 514.000 meter kubik per detik ini, biasanya akan memakan waktu tempuh hingga sampai di wilayah Jakarta (Maggarai) antara 8-9 jam ke depan,” peringatnya.

Andi juga memastikan, dengan kondisi debit air yang begitu besar terpantau di Pos Bendung Katulmpa hingga di atas 240 Cm tersebut, maka sudah bisa dipastikan kawasan Jakarta dan sekitarnya petang ini akan menerima kiriman banjir dari Bogor.

“Sudah bisa dipastikan, kalau air di Katulampa ini sudah berada di atas level 100 cm dari mercu bending dampaknya akan sampai ke Jakarta. Kondisi banjir kiriman tersebut juga akan semakin parah dampaknya dirasakan oleh warga di wilayah hilir, jika di Depok dan Jakarta juga terjadi hujan deras,” jelasnya.

Untuk itu dirinya mengimbau, agar masyarakat yang berada di sempadan aliran Sungai Ciliwung tetap waspada, terhadap luapan air sungai mengingat ada kemungkinan debit air di Bogor itu akan terus meningkat seiring cuaca di wilayah Bogor dan Puncak masih diprediksi terjadi hujan sepanjang hari. “Intinya tidak perlu panik, tapi tetap harus tetap waspada,” sarannya.

Hujan deras di wilayah Bogor yang terjadi sepanjang hari ini, selain mengakibatkan banjir dan meluapnya air di Bendung Katulampa, hujan deras juga mengakibatkan longsor di sejumlah daerah.  Di kawasan Puncak, longsor terpantau terjadi di 4 titik lokasi, yakni di derah Cisarua, Gunung Mas, Riung Gunung dan kawasan Rindu Alam. Akibatnya longsor tersebut praktis semua lalulintas yang akan melintasi jalur Puncak, terpaksa harus dialihkan ke jalur alternative seperti melalui jalur Ciawi-Sukabui-Cianjur atau jalur Cileungsi-Jonggol-Cariu.

Longsor juga terjadi di daerah Maseng – Cikretek, Kabupaten Bogor. Dimana longsor tersebut juga telah memutus akses jalur kerata Bogor-Sukabumi. Hingga berita ini ditulis petugas PT KAI masih terus melakukan upaya-upaya perbaikan, agar jalur kerata Bogor-Sukabumi bisa kembali dilalui kereta. (bas)