DEPOK (Bisnis Jakarta) – Sekitar 650 anggota petugas gabungan dari Kodim 0508/Depok, Polresta Depok dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok mulai dikerahkan guna membantu warga membersihkan sisa banjir di beberapa titik kelurahan di Kota Depok. Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto mengatakan, membantu warga yang rumahnya terkena banjir petugas gabungan TNI/Polri menyiapkan tim medis dalam memantau kesehatan warga. “Gabungan anggota TNI/Polri membersihkan sisa-sisa lumpur dan sampah yang masuk ke pemukiman warga dan lingkungan.” ujarnya di wilayah Kukusan, Beji, Selasa (06/02).

Iya menjelaskan, hingga kini pihaknya belum mendapat laporan terkait adanya korban jiwa akibat banjir maupun bencana longsor di Kota Depok. Namun, pihaknya mengimbau agar warga Depok yang bermukim tak jauh dari bantaran sungai untuk segera menempati lokasi yang lebih aman. “Cuaca saat ini tidak menentu, kemungkinan tingkat curah hujan akan terus tinggi, bagi warga diminta untuk terus waspada, karena keselamatan diri paling utama,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0508/Depok, Letkol (Inf) Iskandarmanto menambahkan, upaya TNI/Polri dalam memonitoring banjir di Kota Depok, terus dilakukan. Sejak curah hujan tinggi pada, Senin 5 Januari kemarin, dirinya memantau tingkat ketinggian air baik di daerah sungai yang melintasi Bendungan Katulampa, Bogor, maupun Sungai Ciliwung. Selain itu, Kodim 0508/Depok juga telah mempersiapkan dapur umum bagi warga yang membutuhkan.

“Kami telah mempersiapkan keperluan antisipasi adanya banjir susulan, seperti perahu karet dan posko pengungsian yang ada di empat titik Koramil yakni, Koramil Beji, Koramil Sukmajaya, Koramil Cimanggis, dan Koramil Pancoran Mas. Warga bisa datang langsung jika ada yang membutuhkan bantuan,” katanya.

Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok mengaku telah mengevakuasi korban banjir yang berada di bantaran Sungai Ciliwung. Seksi Pelayanan dan Administrasi PMI Kota Depok Imron Maulana sebelumnya mengaku telah dapat laporan ketinggian Katulampa yang statusnya sudah siaga I dan berdampak pada warga Depok yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, seperti di Kemiri Muka dan Jalan Juanda Kecamatan Beji, serta Kampung Serab Kecamatan Sukmajaya. “Untuk menghindari ketinggian air yang terus meningkat, kami evakuasi korban banjir ke lokasi yang lebih tinggi, dengan menggunakan perahu karet,” ujarnya.

Selain mengevakuasi korban banjir dengan perahu karet milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, PMI juga menyiagakan satu buah ambulans yang berkeliling di titik rawan banjir. “Kami siagakan satu buah ambulans milik PMI. Benar saja, salah satu warga Kecamatan Beji RT 05 RW 01 Juwarsih, sakit dan membutuhkan pertolongan cepat serta harus dirujuk ke rumah sakit. Kami bawa warga tersebut ke Rumah Sakit Grha Permata Ibu (GPI),” jelasnya.

Imron menambahkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihaknya menempatkan personel PMI di beberapa titik lokasi yang berpotensi terjadi banjir, seperti Kampung Utan Kecamatan Cipayung, Kemiri Muka Kecamatan Beji, serta Tirta Jaya Kecamatan Sukmajaya.(jif)