BOGOR (Bisnis Jakarta) – Jalur Wisata Puncak, Bogor Jawa Barat ditutup untuk semua jenis kendaraan hingga 10 hari kedepan. Rabu, (7/02). Penutupan jalur tersebut terpaksa dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi dan penanganan paska musibah longsor yang terjadi di sejumlah titik di sepanjang jalur wisata Puncak dan Cianjur.

Direktur Jendral (Dirjen) Perhubungan, Kementrian Perhubungan, Budi Setiadi, mengatakan berdasarkan hasil kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi yang dilakukan jajaran terkait paska musibah longsor di kawasan Puncak Bogor dan Cianjur, diputuskan bahwa untuk sementara ini jalur Puncak mulai dari kawasan Gunung Mas hingga Kawasan Ciloto, Cianjur, Jawa Barat akan ditutup total untuk semua kendaraan yang akan melintas. “Penutupan jalur selama 10 hari ini, harus dilakukan dalam upaya mepercepat proses penanganan dan pencegahan longsor di jalur Puncak,” tegasnya.

Budi menjelaskan, selama proses penutupan tersebut dilakukan, semua kendaraan yang akan melintas ke Puncak akan dialihkan ke jalur alternative, seperti jalur Bogor-Ciawi dan Sukabumi , atau juga melalui jalur Cibubur-Jonggol-Cariu dan Cianjur. “Khusus untuk sepeda motor, masih memungkinkan dapat melintas. Tapi itu pun masih harus melihat situasi dan konsisi dilapangan, sesuai arahan kebijakan (diskresi) aparat yang bertugas di lapangan,” jelasnya.

Longsor di kawasan Puncak, terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Di sepanjang jalur wisata yang menjadi andalan Kabupaten Bogor itu setidaknya terdapat 4 lokasi titik longsor, yakni di kawasan Gunung Mas, Rindu Alam, Masjid At-Taawun dan Ciloto. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan 3 orang pengendara yang melintas hilang terseret dan tertimbun matrial longsor. Sementara 2 warga lainnya mengalami luka-luka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Bogor melaporkan dampak cuaca Ekstrim yang melanda wilayah Bogor dalam beberapa hari ini juga mengakibatkan longsor di daerah lainnya, seperti di kawasan Kampung Cikereteg, Kecamatan Caringin dan Kampung Maseng, Kecamatan Cijeruk.

Di Kampung Cikereteg, longsor yang terjadi persis disisi jalan utama Bogor-Sukabumi mengakibatkan separuh bahu jalan di lokasi hilang terbawa longsor tebing jurang sedalam 75 meter. Akibatnya jalan utama Bogor-Sukabumi tersebut, saat ini hanya bisa dilalui oleh satu lajur kendaraan secara bergantian baik dari Ciawi menuju Sukabumi atau sebaliknya.

Sementara longsor di Kampung Maseng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengakibatkan tebing setinggi 40 meter dengan panjang 20 meter memutus akses lintasan rel dan perjalanan kereta Bogor-Sukabumi. Longsor di wilayah itu juga mengakibatkan 1 keluarga, terdiri dari 5 orang anggota keluarga tewas tertimbun matrial longsor. (bas)