TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Duka mendalam hingga kini masih menghinggapi para korban kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Emen, Subang, Sabtu (10/2) kemarin. Bus yang ditumpangi oleh rombongan koperasi simpan permata kota Tangerang Selatan (Tangsel) tersebut, terguling saat menghindari jurang dan menabrak tebing.

“Bus melaju di turunan tersebut menabrak sepeda motor. Saat kejadian di turunan kenceng, lalu menghindari motor yang ada di depan. Karena hilang kendali, daripada jatuh ke jurang bus banting ke kiri nabrak tebing,” ungkap Ketua Panitia Rapat Anggota Tahunan Koperasi Simpan Pinjam Permata, Mailinda.

Dirinya merasakan saat bus tersebut terguling dan menghantam tebing. Dirinya pun mengalami luka memar di kepala dan bagian tulang rusuknya. “Mata memar, tulang iga saya sakit, nggak tahu kenapa,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah korban dalam kecelakaan maut bus rombongan koperasi simpan pinjam permata Tangsel sebanyak 51 penumpang, korban yang dikubur sebanyak 27 orang, kondisi luka ada 16 orang sedang dalam perjalanan sedangkan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit Subang.

Korban meninggal di makamkan secara massal di TPU Legoso, pisangan, ciput timur. Di TPY tersebut dibuat dua liang lahat untuk kuburan massal. Kendati demikian ada juga warga yang menyiapkan liang lahat sendiri. (nov)