Calon Gubernur BI, Kecocokan dengan Jokowi Jadi Faktor Penentu

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Empat calon Gubernur Bank Indonesia (BI) sudah berada di kantong Presiden Joko Widodo. Saat ini, Presiden Jokowi masih menggodok untuk dipilih dan diajukan kepada DPR RI. Faktor kecocokan dinilai akan menjadi penentu Presiden Jokowi memilih para calon Gubernur BI tersebut untuk mendapat persetujuan Dewan. “Gubernur BI yang baru ini harus sejalan dengan visi dan misi presiden. Jangan sampai punya visi yang berbeda. Dia kan harus menjalankan program pemerintah, meskipun posisinya independen. Tetap harus menjalankan statbilitas moneter di Indonesia,” kata anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo di Jakarta, Jumat (16/2).

Keempat nama calon tersebut adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, Deputi Gubernur Perry Warjiyo dan Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo yang masuk kembali dalam pencalonan.

Donny juga meyakini Presiden Jokowi hanya akan mengajukan satu nama seperti pada pencalonan Kapolri Jedenral Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. “Begitu nama calon Gubernur BI, diperkirakan hanya satu yang dikirim presiden,” imbuh. Ia menjelaskan, posisi gubenur Bank Indonesia sangat strategis, terutama dalam mengawal keamanan sistem moneter dalam tahun politik ini hingga Pilpres 2019. Sehingga stabilitas moneter akan mempengaruhi Jokowi untuk bisa kembali dan memenangkan Pilpres 2019.

Dari empat nama calon gubenur Bank Indonesia (BI) yang mulai mengemuka, nama dua mantan menteri keuangan Bambang Brojonegoro dan Chatib Basri diperkirakan akan bersaing ketat untuk menduduki posisi orang nomor satu di perbankan Indonesia itu. “Jokowi akan mengusulkan nama yang memiliki visi yang sama dengan presiden dalam membuat kebijakan sektor perbankan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berpandangan apabila melihat besarnya peluang, di antara kedua nama mantan menkeu itu, peluang Bambang Brodjonegoro memiliki peluang lebih besar untuk menggantikan Agus Martowardojo sebagai gubernur BI. Pendapat pribadinya itu didasarkan kemampuan yang dimiliki Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) tersebut yang cukup menguasai dunia perbankan selain menguasai ekonomi makro dan memiliki kedekatan visi dengan Presiden Jokowi. “Tapi ini pendapat pribadi saya ya. Semua berpeluang termasuk Chatib Basri maupun Agus Martowardojo,” ujar kata politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

Kendati demikian, siapapun jadi gubernur BI nantinya, akan menghadapi sejumah tantangan, terutama dalam menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Gubenur BI juga harus mampu memastikan kesehatan perbankan nasional dalam menghadapi persaingan global. “Gubernur BI tidak boleh tidak satu visi dengan Presiden Jokowi karena persoalan ekonomi sangat strategis dan akan menentukan perjalanan politik seorang presiden,” ujarnya.

Menurutnya, selain harus mampu menjaga inflasi, gubenur BI juga harus bisa menjaga sistem moneter yang dan memastikan ekonomi Indonesia berjalan aman dengan pertumbuhan yang stabil. Seperti diberitakan wacana calon Gubernur Bank Indonesia mulai bergulir menjelang masa bhakti Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yang habis pada Mei 2018 mendatang. (har)