Rupiah Rabu Pagi Menguat Ke Rp13.572

ilustrasi

Jakarta, 21/2 (Bisnis Jakarta) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 43 poin menjadi Rp13.572 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.615 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS, sebagian pelaku pasar yang masuk ke obligasi di dalam negeri menjadi salah satu faktornya.

“Instrumen investasi di dalam negeri masih cukup menarik bagi pelaku pasar sehingga meningkatkan permintaan terhadap rupiah,” kata Reza.

Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah relatif terbatas menyusul antisipasi pelaku pasar terhadap pengumuman hasil s pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Pelaku pasar menanti sinyal seberapa kuat kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed pada Maret mendatang.

“FOMC akan menjadi fokus utama investor, kuatnya sinyal kenaikan suku bunga The Fed dapat mendorong dolar AS kembali terapresiasi,” katanya.

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan bahwa dolar AS masih berpotensi mendapatkan katalis positif dari outlook kenaikan suku bunga The Fed serta tingginya yield obligasi di Amerika Serikat.

“Sentimen yang beredar masih cukup dapat mendorong dolar AS terapresiasi. Nada ‘hawkish’ pada risalah FOMC dapat mendorong minat pasar terhadap aset berdenominasi dolar AS,” kata Faisyal . (ant)