JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk membantu krisis kemanusiaan di Palestina. “Apa yang kita berikan untuk Palestina, memperlihatkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang baik. Kita tidak akan kekurangan narasi kebaikan. Bangsa ini tak boleh sepi dari ikhtiar-ikhtiar kebaikan untuk kehidupan,” kata Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (22/2).

Kali ini, 10 ribu ton beras dikirim secara bertahap menuju Palestina. Kapal Kemanusiaan Palestina resmi lepas jangkar dari Terminal Petikemas Surabaya, Rabu (21/2). Pelepasan Kapal Kemanusiaan untuk Palestina juga dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Luar Negeri RI Salman Al Farisi S.E. Pelepasan tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai simbolis pelayaran Kapal Kemanusiaan.

Ahyudun mengatakan berlayarnya kembali Kapal Kemanusiaan menandakan besarnya kepedulian bangsa Indonesia dalam merespons krisis kemanusiaan yang menimpa masyarakat Palestina. Ribuan ton beras yang dilayarkan menuju Palestina dihimpun dari beberapa kabupaten yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejumlah kabupaten tersebut di antaranya Bojonegoro, Ponorogo, Ngawi, Sragen, Purwodadi, Rembang, dan Blora. Proses pengumpulan beras ini telah dimulai sejak panen raya Awal Februari silam.

Seluruh kegiatan panen hingga pengemasan beras berpusat di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) binaan ACT di Desa Jipang, Kabupaten Blora. Menurut Koordinator LPM Harun Susanto, lebih dari dua ratus relawan terlibat dalam proses panen hingga pengangkutan beras Kapal Kemanusiaan Palestina. “Kalau dihitung-hitung, sudah ada lebih dari 200 relawan yang ikut. Ada yang tugasnya menggiling gabah, mengemas, sampai mengangkut beras ke truk-truk kecil maupun kontainer,” ujar Harun.

Beras-beras kualitas terbaik yang dipanen oleh petani Indonesia ini lantas diangkut menuju Terminal Petikemas Surabaya. Sekitar 80 truk kontainer yang mengangkut ribuan ton beras tersebut telah diberangkatkan secara bertahap sejak Jumat (16/2). Kapal Kemanusiaan Palestina akan menempuh perjalanan laut sejauh 9270 kilometer atau sekitar 40 hari. Sama seperti KK Somalia dan Rohingya sebelumnya, pengiriman beras ke Palestina melalui kapal laut ini terlaksana atas kerja sama ACT dengan PT Samudera Indonesia. “Insya Allah, dalam kurun waktu 40 hari, Kapal Kemanusiaan akan tiba di Palestina,” Ahyudun berharap. (har)