TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Mulai maret 2018, warga kota Tangerang Selatan (Tangsel) dapat menikmati layanan darah gratis di Rumah Sakit (RS) swasta di Kota tersebut. Hal ini seiring dengan keluarnya Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 14 Tahun 2017 tentang pembebasan biaya pengganti pengolahan darah. “Untuk mendapat layanan darah gratis, masyarakat Tangsel cukup menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada RS Swasta yang sudah kerjasama dengan Pemkot Tangsel atau di RSU Kota Tangsel,” ungkap Walikota Tangsel, Airin Rachmy Diany.

Lebih lanjut Airin mengatakan sebelumnya layanan darah gratis ini sudah diterapkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel. Dari data yang diperoleh, saat ini, 17 RS swasta sudah menjalin kerjasama dengan Pemkot Tangsel dalam penerapan darah gratis ini. Setelah penandatanganan kerjasama, seluruh biaya kantong darah akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkot Tangsel.

Untuk mendukung program ini, Airin mengatakan pihaknya juga akan melakukan kampanye donor darah kepada warga Tangsel. Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel, Airin paham betul prediksi kebutuhan darah di Kota Termuda di Provinsi Banten ini. “Prediksinya, kebutuhan darah itu dua persen atau sekitar tiga ribu kantong darah per bulan. Kampanye akan terus dilakukan agar kebutuhan kantong darah bisa terpenuhi setiap bulannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Dinas Kesehatan Kota Tangsel Suhara Manullang mengatakan meskipun gratis namun tidak sembarangan dalam mengambil darah peserta donor darah. Dalam proses pengambilan darah, pihaknya menggunakan program canggih bernama Nucleic Acid Testing (NAT) atau Pengujian Asam Nukleat. Dengan teknologi ini, pihaknya bisa mendeteksi darah tidak baik. “Jadi, walaupun gratis, masyarakat Kota Tangsel bisa menikmati darah dengan generasi NAT. Dengan analisa NAT, darah biasanya dihargai Rp660 ribu per kantongnya,” pungkasnya. (nov)