Risalah Pertemuan Fed Tekan Wall Street Berakhir Melemah

Wall Street (Jalan Wall) adalah sebuah nama jalan di pinggiran kota Manhattan di New York yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, dan sepanjang waktu Wall Street menjadi nama dari gegografi sekitarnya.

New York, 22/2 (Bisnis jakarta) – Bursa saham Wall Street melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah para investor mencerna risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS yang baru dirilis.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 166,97 poin atau 0,67 persen menjadi ditutup di 24.797,78 poin. Indeks S&P 500 mengalami penurunan 14,93 poin atau 0,55 persen menjadi ditutup pada 2.701,33 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 16,08 poin atau 0,22 persen menjadi berakhir di 7.218,23 poin.

Bank sentral AS merilis risalah dari pertemuan kebijakan Januari pada Rabu (21/2) pukul 14.00 waktu setempat. Menurut risalah, pejabat-pejabat the Fed melihat peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi sebagai justifikasi untuk terus menaikkan suku bunga secara bertahap.

Setelah berita itu keluar, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS melonjak ke setinggi 2,956 persen. Indeks-indeks saham utama sempat meningkat tajam dengan Dow melonjak lebih dari 300 poin sebelum menghapus keuntungan sepenuhnya.

Di sisi ekonomi, manufaktur-manufaktur AS melaporkan kenaikan yang kuat dalam kondisi bisnis selama Februari, melanjutkan tren positif yang terlihat pada awal tahun ini.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur IHS Markit yang disesuaikan secara musiman naik menjadi 55,9 pada Februari dari 53,8 pada Januari, perbaikan tercepat dalam keseluruhan kondisi bisnis sejak Oktober 2014.

Sementara itu, penjualan rumah AS turun tak terduga untuk bulan kedua berturut-turut di Januari dan mengalami penurunan terbesar dalam skala tahunan selama tiga tahun, menurut National Association of Realtors pada Rabu (21/2). Semua wilayah utama AS mengalami penurunan penjualan bulanan dan tahunan pada bulan lalu.

Asosiasi tersebut mengatakan bahwa penjualan “existing home” turun 3,2 persen ke tingkat tahunan disesuaikan musiman sebesar 5,38 juta unit bulan lalu. (ant)