Dolar AS Melemah Setelah Mencapai Tingkat Tertinggi 10-Hari

New York, 23/2 (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah mencapai tingkat tertinggi 10-hari di sesi sebelumnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,36 persen menjadi 89,726 pada akhir perdagangan.

Indeks dolar AS sempat reli hingga mencapai 90,275 di sesi pagi pada Kamis (22/2), tertinggi sejak 3 Februari, karena investor mencerna risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve yang dirilis pada Rabu (21/2).

Menurut risalah pertemuan Fed pada Januari, para pejabat Fed melihat peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi sebagai justifikasi untuk terus menaikkan suku bunga secara bertahap.

“Hampir semua peserta” melihat inflasi bergerak ke arah target inflasi bank sentral sebesar 2,00 persen selama “jangka menengah”, ketika pertumbuhan “tetap berada di atas tren dan pasar tenaga kerja tetap kuat,” kata risalah tersebut.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2332 dolar AS dari 1,2297 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3958 dolar AS dari 1,3929 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7846 dolar AS dari 0,7816 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,67 yen Jepang, lebih rendah dari 107,79 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9330 franc Swiss dari 0,9348 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2714 dolar Kanada dari 1,2689 dolar Kanada.(ant)