Jakarta, 24/2 ( Bisnis Jakarta ) – Nomor ganda putri pemusatan latihan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menargetkan para pemainnya bisa “hujan” prestasi pada tahun 2020.

“Target hujan prestasi ganda putri, saya prioritaskan akan terjadi pada 2020 dan puncaknya di Tokyo nanti saat olimpiade musim panas di sana pada tahun yang sama,” kata kepala pelatih ganda putri pelatnas PBSI Eng Hian saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.

Target tersebut sendiri, sebenarnya merupakan hasil dari ketertundaan target yang dicanangkan ketika 2016 yang bertepatan dengan olimpiade Rio de Janeiro, saat Greysia Polii masih dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari, dan sedang berada di puncak penampilannya. Akan tetapi hal itu urung terlaksana karena cedera yang mendera Nitya dan pasangan tersebut terpaksa batal bertarung di Rio.

Akhirnya, pasangan tersebut-pun terpaksa “diceraikan” dan kini mereka dipasangkan dengan partner barunya masing-masing. Sementara Greysia berpasangan dengan pemain junior Apriyani Rahayu, adapun Nitya berduet dengan Yulfira Barkah.

Ganda putri-pun kini mengandalkan duet Greysia/Apriyani yang dalam beberapa turnamen menjadi kuda hitam, bahkan memperoleh gelar juara. Akan tetapi, meski sudah ada pasangan yang jadi andalan baru sehingga membuka peluang prestasi olimpiade 2020, Eng Hian tak mau terlalu muluk-muluk untuk meraih gelar juara.

“Kemauannya saya iya ingin medali emas, tapi saya melihat sejarah ganda putri Indonesia, bagi saya dengan medali perunggu olimpiade saja, itu sudah mencetak sejarah. Karenanya saya tekankan ke anak-anak raih medali dulu, keluarkan usaha kalian dalam latihan, dan berjuang sebaik-baiknya,” ujar Eng Hian.

Untuk kesuksesan menggapai target tahun 2020 tersebut, Eng Hian mengaku saat ini tengah mempersiapkan pasukannya dan mencari “ramuan” tepat bagi pasukan ganda putri agar gap kapasitas para pemain tak terlalu jauh dan terus melakukan pemantauan prestasi dalam turnamen-turnamen utama yang menjadi prioritas mereka antara lain, All England, Indonesia Open, Kejuaraan Dunia, Asian Games dan turnamen lainnya.

“Sambil melakukan itu, mungkin saja dari pratama ada yang nyodok seperti Apriyani pada 2019 dan kemungkinan memperkuat skuat di 2020 nanti kan, ya kita harap dari utamanya juga menunjukan kualitas mereka sebenarnya di sisa waktu ini,” ucap Eng Hian, menambahkan.(ant)