Purwokerto, 24/2 ( Bisnis Jakarta ) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan Kereta Luar Biasa relasi Purwokerto-Kroya untuk mengangkut penumpang tujuan Jakarta, kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.

“Pengoperasian KLB tersebut dilakukan karena masih adanya gangguan jalur KA di Stasiun Ciledug dan Stasiun Losari yang mengakibatkan lumpuhnya jalur lintas utara maupun jalur lintas selatan arah Jakarta dan sebaliknya,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu.

Dalam hal ini, kata dia, Pengendali Perjalanan Kereta Api Kantor Pusat PT KAI (Persero) di Bandung melalui warta maklumat melakukan perubahan pola operasi beberapa KA tujuan Jakarta dari Kroya yang seharusnya lewat Purwokerto-Prupuk-Cirebon menjadi Banjar-Bandung-Cikampek.

Menurut dia, perubahan pola operasi yang berlaku sejak hari Jumat (23/2) pukul 21.30 WIB itu ditujukan untuk mengurangi kepadatan KA di lintas Purwokerto-Prupuk-Cirebon hingga Jakarta.

Ia mengatakan beberapa kereta api yang mengalami perubahan pola operasi, yakni KA 43 Bima relasi Malang-Surabaya-Gambir, KA 41 Gajayana relasi Malang-Gambir, KA 173 Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabayagubeng-Pasarsenen, KA 53 Taksaka relasi Yogyakarta-Gambir, KA 9 Argo Dwipangga relasi Solobalapan-Gambir, KA 185 Progo relasi Yogyakarta-Pasarsenen, dan KA 147 relasi Solo-Pasarsenen.

“Calon penumpang tujuan Jakarta dari Purwokerto diangkut menggunakan KLB relasi Purwokerto-Kroya dan selanjutnya naik KA-KA tersebut, sedangkan calon penumpang tujuan Cirebon diangkut menggunakan bus,” katanya.

Ixfan mengatakan KLB tersebut memanfaatkan rangkaian KA Purwojaya relasi Purwokerto-Gambir yang perjalanannya dibatalkan akibat banjir pada hari Jumat (23/2) dan pengoperasiannya hanya dilakukan pada Jumat (23/2) malam.

Dengan adanya perubahanan pola operasi tersebut, dia memperkirakan potensi keterlambatan perjalanan KA akan tinggi karena jalur lintas selatan Kroya-Bandung masih satu jalur sehingga persilangannya makin banyak.

“Kami atas nama PT KAI (Persero) mohon maaf atas ketidaknyamanan penumpang dalam perjalanan,” katanya. (ant)