Jakarta ( Bisnis Jakarta ) – PT Angkasa Pura I akan menambah kapasitas parkir pesawat di Bandara Ngurah Rai, Bali jelang acara pelaksanaan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, Oktober 2018.

“Akan kami tambah 11 ‘slot’ parkir lagi dari yang sudah ada, dan kami targetkan selesai pada Juni 2018,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi di Jakarta, Senin.

Saat ini kapasitas parkir di Bandara Ngurah Rai terdiri sebanyak 36 slot, jika ditambah 11 lagi maka akan menjadi 47 slot saat acara IMF Oktober mendatang.

Ia juga menjelaskan bahwa jadwal penerbangan reguler nantinya tidak akan terganggu dengan adanya agenda IMF tersebut. Pilihan lainnya adalah mengalihkan kepada bandara terdekat, yaitu di Lombok dan Banyuwangi.

Faik mengatakan tamu yang akan hadir di Bali berkisar pada jumlah 17.000 saat acara pertemuan tahunan IMF tersebut, dengan kapasitas bandara Bali tercatat sebanyak 25 juta penumpang per tahun.

Proyek pengembangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, diperkirakan menelan anggaran sebanyak Rp2,2 triliun, untuk mempersiapkan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan anggaran triliunan rupiah itu untuk mengembangkan sejumlah fasilitas di antaranya pengembangan “apron” atau tempak parkir pesawat di sebelah barat dan timur bandara.

Markas Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai juga akan direlokasi agar berada dekat dengan terminal VIP baru untuk memudahkan pengamanan.

Saat ini pengerjaan proyek memasuki tahapan pembuatan apron atau tempat parkir pesawat di sisi timur bandara yang baru mencapai sekitar 1,76 persen.(ant)