DEPOK (Bisnis Jakarta) – Demi mencegah bahaya kelistrikan, PLN Area Depok terjunkan 105 petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Para petugas tersebut berfungsi untuk meminimalkan energi listrik yang hilang (losses) di beberapa wilayah.

Humas PLN Area Depok, Setiyo Budiono mengatakan, petugas P2TL bertugas melakukan pengecekan, pemeriksaan sekaligus menindaklanjuti jika ada temuan pelanggaran terhadap penggunaan listrik di lima PLN rayon. Diantaranya Rayon Depok Kota, Sawangan, Cibinong, Cimanggis dan Bojong Gede. “Langkah itu dilakukan para petugas untuk menghindari adanya bahasa kelistrikan seperti kebakaran,” katanya.

Dikatakannya, petugas akan memeriksa listrik pada saluran rumah, alat pengukur dan pembatas (APP) yang ada di pelanggan dan memastikan tidak ada pelanggaran. Menurutnya, petugas P2TL dilengkapi dengan sertifikat uji kompetensi bidang P2TL, keterampilan dalam berkomunikasi.

“Mereka juga dibekali secara SOP sebelum terjun ke para pelanggan PLN. Nantinya petugas P2TL menargetkan penyelamatan 27 juta Kwh, listrik yang mungkin hilang dalam setahun. Itu setara dengan 0,9 persen dari total 7,4 persen semua penyusutan atau listrik yang hilang di PLN Depok,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau agar warga tetap waspada terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di lapangan. Jika ada petugas yang akan memeriksa ke rumah, maka pelanggan berhak untuk memastikan kartu tanda pengenal dan surat tugas petugas P2TL.

“Pelanggan harus memeriksa tanda pengenal, surat tugas dan memastikan petugas P2TL bekerja sesuai SOP. Sebagai bentuk antisipasi petugas P2TL ini didampingi oleh Kepolisian dan TNI Depok,” katanya. (jif)