Jakarta  ( Bisnis Jakarta ) – Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) menyusun basis data pemain-pemain sepak bola muda di seluruh Indonesia untuk memudahkan para pemandu bakat nasional mencari bibit potensial.

“Basis data dengan teknologi informasi akan memudahkan pemantauan seorang atlet sejak usia dini, termasuk prestasi yang diraihnya serta kondisi fisik. Data-data itu juga bermanfaat untuk mengembangkan penyelenggaraan kejuaraan di daerah,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta dalam pembukaan pengukuhan FOPSSI di Jakarta, Senin.

Isnanta mengatakan basis data itu juga bermanfaat untuk proses pembinaan pemain-pemain muda sepak bola nasional yang kurang berprestasi, termasuk mengarahkan mereka agar mengikuti kompetisi di daerah.

“Berbekal data itu, FOPSSI juga dapat menggairahkan roda kompetisi di daerah dengan menggandeng para sponsor sehingga semarak kompetisi tidak hanya berpusat di Jakarta dan daerah sekitarnya,” ujar Isnanta.

Kemenpora, lanjut Isnanta, berharap kehadiran FOPSSI dapat memudahkan pengorganisasian sekolah-sekolah sepak bola di semua daerah yang berjumlah lebih dari 5.000 sekolah.

“Jawa Barat, misalnya, punya sekitar 800 sekolah sepak bola dan hanya satu yang benar-benar terurus. FOPSSI dapat meningkatkan mutu para pelatih serta manajemen dan teknik latihan,” kata Isnanta.

Selain pengumpulan data pemain muda dari berbagai daerah, FOPSSI juga dapat memudahkan transfer ilmu keloahragaan dari pusat ke berbagai daerah di Indonesia, terutama di daerah-daerah perbatasan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria mengatakan pengurus induk cabang olahraga itu menggandeng berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah untuk meningkatkan pembinaan pemain usia dini.

“Kami melihat Kemnepora setiap tahun rutin menggelar kejuaraan atau kompetisi usia dini. Jika dapat bersinergi, penyelenggaraan itu akan lebih baik karena kami selama ini juga telah menjalankan program pembinaan usia dini,” kata Tisha.(ant)