JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Setelah sukses dengan Grand Taruma, Grup Agung Podomoro Land (APL) segera mengembangkan proyek properti terbarunya, di Karawang Barat. Proyek tersebut, Taruma City yang menjadi central business district (CBD) di Kota Karawang.

“Taruma City merupakan project properti kedua kami di Karawang setelah sebelumnya sukses mengembangkan project properti hunian Grand Taruma yang berlokasi hanya 4 menit dengan Taruma City,” ujar General Manager Taruma City Rina Irawan, Senin (26/2).

Rian mengaku punya alasan kuat proyek yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektar ini siap dijadikan pusat bisnis baru di Karawang. “Yang utama adalah karena lokasinya yang strategis di tengah kota,” sebutnya.

Selain itu, Karawang Barat saat ini menjadi kawasan yang paling siap berkembang sebagai pusat ekonomi Karawang dengan didukung oleh sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini dibangun Pemerintah di bagian utara dan tengah Jawa Barat. Antara lain, pembangunan Pelabuhan Patimban di Karawang, Bandara Kertajati di Majalengka, dan proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang saat ini sedang digarap Jasa Marga.

Di proyek properti Taruma City di kawasan Jl Kertabumi dan bisa diakses dari pintu tol Karawang Barat ini, APL akan membangun 49 unit rumah mewah, satu tower apartemen dengan 700 unit hunian dan 243 ruko. Proyek ini mengincar segmen atas, yakni pasar kaum ekspatriat, terutama dari Jepang.

“Karawang banyak memiliki kawasan industri terintegrasi terutama industri otomotif dari Jepang. Di wilayah ini banyak ekspatriatnya,” jelas Rina.

Dia meyakini, proyek ini akan mendapat sambutan bagus oleh pasar mengingat harga lahan di kawasan Karawang Barat terus naik setiap tahunnya, sehingga proyek properti ini juga cocok dijadikan investasi.

“Karawang ini kota yang sedang berkembang jadi menawarkan banyak peluang. Harga lahan di Kertabumi saat ini sudah 25-30 juta per meter. Dari total 175 ha luas Kabupaten Karawang, sebanyak 13.800 hektar saat ini dikembangkan untuk kawasan industri. Kawasan ini merupakan koridor industri dari Jepang. Jadi kebutuhan hunian di sana oleh ekspatriat sangat besar,” klaim Rina.

Saat ini, proyek Taruma City saat ini belum resmi launching. “Kita baru akan launching pertengahan tahun 2018 ini. Pengambilan NUP (nomor urut pemesanan) baru kita mulai. Untuk proyek hunian landed luas tanahnya mulai dari 108 m2 -119 m2. Tapi soal harga belum bisa di-publish. Begitu juga untuk ruko dan unit apartemennya,” papar Rina.

Seluruh proyek apartemen, hunian landed dan ruko tiga lantai ini diproyeksikan tuntas digarap dalam tiga tahun ke depan. Soal strategi pemasaran Taruma City, Rina menyatakan karena jumlah unit yang dipasarkan tidak terlalu banyak, pihaknya akan memanfaatkan pasar lokal, serta pembeli potensial dari sekitar Jakarta, seperti Jakarta Barat dan Utara.

“Kita targetkan 50 persen dari unit yang dipasarkan bisa terjual hingga pertengahan tahun 2019,” tandasnya. (grd)