Dolar AS Melemah Jelang Kesaksian Powell

New York, 27/2 (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor menunggu kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres yang diharapkan akan memberi isyarat mengenai langkah pengetatan moneter AS di masa depan.

Powell akan mempresentasikan kesaksian Kongres pertamanya pada Selasa pagi waktu setempat, yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai langkah pengetatan moneter AS di masa depan.

Spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir tahun ini telah memperkuat greenback dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut laporan kebijakan moneter setengah tahunan The Fed yang dirilis pada Jumat (23/2), para pembuat kebijakan menegaskan kembali posisi mereka dalam menaikkan suku bunga secara bertahap.

“The Fed mengharapkan bahwa, dengan penyesuaian bertahap lebih lanjut dalam sikap kebijakan moneter, aktivitas ekonomi akan berkembang pada tingkat moderat dan kondisi pasar tenaga kerja akan tetap kuat,” kata laporan tersebut.

Inflasi pada basis 12 bulan diperkirakan akan meningkat tahun ini dan menjadi stabil di sekitar target Komite 2,0 persen selama beberapa tahun ke depan, tambahnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,02 persen menjadi 89,857 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2310 dolar AS dari 1,2298 dolar AS di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi 1,3966 dolar AS dari 1,3969 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7850 dolar AS dari 0,7835 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,93 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,73 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9380 franc Swiss dari 0,9361 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,2680 dolar Kanada dari 1,2664 dolar Kanada.(ant)