Jakarta ( Bisnis Jakarta ) – Tim Bridge Indonesia akan mengikuti dua kejuaraan uji coba di India dan Bulgaria demi target dua medali emas Asian Games 2018 setelah mengikuti kejuaraan uji coba di Monaco pada akhir Februari.

“Kami harus tersingkir pada babak 16 besar di Monaco karena langsung berhadapan dengan juara dunia. Tapi, kami akan kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan Asia di India dan kejuaraan festival di Bulgaria,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) Eka Wahyu Kasih kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Indonesia, menurut Eka, menargetkan dua medali emas dari enam nomor permainan cabang bridge Asian Games 2018 dengan pesaing utama tim China.

“Sebanyak 32 pemain kami akan kembali berlatih di Jakarta setelah mengikuti Kejuaraan Bridge Musim Dingin di Eropa. Mereka akan ditangani oleh pelatih asal Polandia Krisztov Martens yang merupakan mantan juara dunia dalam pelatnas di Jakarta hingga akhir Mei,” ujar Eka yang sekaligus menjadi Manajer Tim Bridge Indonesia itu.

Tim Bridge Indonesia akan mengikuti kejuaraan tingkat Asia di Goa, India pada 8-15 Juni dan Kejuaraan Festival Bridge di Bulgaria pada 19 Juni – 1 Juli.

“Dari 32 pemain yang menjalani pelatnas sejak Januari, kami akan melakukan degradasi hingga menemukan 24 pemain yang akan mengikuti Asian Games ke-18,” ujar Eka.

Wakil III Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat itu mengatakan optimisme bridge untuk merebut dua medali emas Asian Games menyusul latarbelakang Krisztov yang telah melahirkan pemain-pemain juara dunia dari Jerman, Belanda, dan sejumlah negara lain Eropa.

Sebelumnya pada November-Desember 2017, GABSI telah menggelar kejuaraan uji coba Asian Games di Depok, Jawa Barat, yang diikuti 13 negara Asia.

“Kami meraih empat medali emas dari enam nomor permainan yang digelar dalam uji coba Asian Games. Sisanya, kami meraih satu medali perak dan satu medali perunggu,” kata Eka.(ant)