Pasar Saham Australia Terus Menguat

Bursa Efek Australia atau lebih dikenal dengan nama Australian Securities Exchange adalah bursa efek utama di Australia. ASX diawali sebagai bursa swasta yang didirikan pada awal tahun 1861.

Sydney, 27/2 (Bisnis Jakarta) – Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Selasa, terus menguat untuk hari kelima berturut-turut.

Pada pukul 11.35 waktu setempat, indeks S&P/ASX 200 naik 30,00 poin atau 0,50 persen pada 6.072,20 poin, sementara indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 28,40 poin atau 0,46 persen pada 6.174,50 poin.

“Reli panjang dalam imbal hasil obligasi AS telah kehilangan momentum,” kepala analis pasar CMC Markets, Ric Spooner mengatakan.

“Imbal hasil obligasi semalam turun dan ini mengalir ke sesi positif untuk ekuitas yang akan tercermin di pasar Asia pagi ini.” Juga mengangkat saham-saham Aussie adalah kenaikan harga bijih besi pada Senin (26/2), didorong oleh laporan bahwa kota Tangshan di Tiongkok dapat memperpanjang pemotongan produksi baja sampai November.

“Ini akan menjadi perkembangan positif bagi produsen bijih besi kadar tinggi seperti Rio dan BHP,” tambah Spooner.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia adalah pemain terkuat pagi hari dengan Commonwealth Bank naik 0,43 persen, Westpac Bank naik 0,68 persen, National Australia Bank naik 1,23 persen dan ANZ naik 1,11 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih tinggi, dengan BHP naik 1,04 persen, Rio Tinto naik 1,15 persen, Fortescue Metals naik 1,92 persen dan Newcrest Mining turun 0,28 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melihat hasil yang beragam, dengan Woodside Petroleum turun 0,55 persen, Santos turun 0,39 persen dan Oil Search naik 0,93 persen.

Jaringan supermarket terbesar di Australia terangkat, dengan Wesfarmers naik 0,10 persen dan Woolworths naik 0,60 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra tergelincir 0,57 persen, maskapai nasional Qantas meningkat 1,15 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,29 persen.(ant)