Brebes ( Bisnis Jakarta ) – Pencarian terhadap tujuh korban terpendam tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah oleh tim gabungan dilanjutkan pada hari keenam, Selasa, setelah terjadinya bencana alam yang menewaskan beberapa warga serta sejumlah lainnya luka-luka itu.

Situasi di lokasi bencana di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Selasa pagi, terlihat cukup cerah sehingga tim gabungan, yang antara lain personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan bisa melanjutkan pencarian terhadap tujuh korban yang diperkirakan masih tertimbun material longsor.

Sebanyak empat ekskavator dan dua anjing pelacak juga masih diturunkan untuk mendukung tim gabungan dalam mencari para korban yang diduga masih tertimbun material.

Tanah longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem Petak 26 RPH Babakan pada Kamis (22/2), pukul 08.00 WIB. Bencana itu menimpa sejumlah warga yang sedang mengolah lahan pertanian di dekat kawasan hutan tersebut.

Tim gabungan pada Senin (26/2) sekitar pukul 12.00 WIB menghentikan lanjutan pencarian (hari kelima) karena kawasan setempat diguyur hujan.

Hingga hari kelima pencarian, terdapat tujuh di antara 16 korban terpendam longsor yang belum ditemukan, sehingga pencarian dilanjutkan pada Selasa. Sebanyak tujuh korban itu, adalah Marsui (64), Suwirso (55), Wastim Wahyu (48), Darsip (55), Sujono (57), Rustam Rusyadi, dan Haryanto.

Selama proses penanganan bencana alam tersebut, tim gabungan juga menemukan sejumlah benda milik para korban, antara lain tiga sepeda motor, beberapa potongan perangkat sepeda motor, serta sejumlah bagian dari tubuh para korban.

Pihak Pemerintah Kabupaten Brebes dan instansi lainnya, sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan, dan partai politik juga memberikan bantuan kemanusiaan, terutama logistik, kepada para keluarga korban.

Camat Salem Apriyanto Sudarmoko mengatakan personel tim gabungan melanjutkan pencarian para korban sesuai dengan pembagian sektor atau area yang diterjang bencana alam tersebut.

“Sesuai dengan pembagian sektor, dengan kegiatan yang optimal untuk dapat diketahui korban-korban yang dicari,” ujar dia di lokasi bencana alam itu.

Ia mengakui bahwa tim gabungan harus bekerja ekstra hati-hati dalam pencarian korban, terutama karena kondisi tanah yang masih rawan longsor susulan dan cuaca yang masih sering diguyur hujan.

Apabila pada hari ketujuh pencarian ternyata belum semua korban ditemukan, pihaknya akan mengusulkan kepada pemkab untuk memperpanjang waktu pencarian hingga hari ke-14 mendatang.

“Sesuai dengan aturan, kami juga melakukan pendekatan kepada keluarga korban, apabila hingga masa darurat selesai ternyata belum semua ditemukan, supaya keluarga bisa mengikhlaskan,” katanya.(ant)