TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Rawabuntu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Nazwa Fahira Andrean (10) dikabarkan meninggal dunia setelah disuntik Difteri II. Usai menjalani suntik difteri, Nazwa tidak mengalami efek samping apapun namun tak lama kemudian, pasien menjerit sakit dan wajahnya membiru serta pupil matanya membesar. “Dikira kesurupan, lalu dibawa ke klinik Al-Hakim. Karena tidak ada dokter, dibawa ke Puskesmas Rawa Buntu pukul 18.20 WIB,” ungkap ayah Nazwa, Ririn kemarin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rawabuntu, Hartono mengatakan, pasien datang sekitar 18.20 WIB dalam keadaan pucat dan nadi tidak teraba, tubuh juga sudah dingin. Kemudian dibantu dengan bantuan hidup dasar atau bantuan pernapasan dan dinyatakan meninggal pukul 19.05 WIB. “Menurut keterangan keluarga, penyakit asma Almarhumah sering kambuh,” imbuhnya.

Polres Tangsel sendiri mengaku telah melakukan penyelidikan terhadap meninggalnya Nazwa usai suntik difteri. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yakni Guru di SDN 01 Rawabuntu” ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho.

Alexander menambahkan, Nazwa mempunyai riwayat penyakit Asma dan Sinus. Menurutnya, informasi yang menyebut Naswa meninggal karena suntik Difteri tidak akurat. “Menurut keluarga korban, pasien awalnya mengeluh sakit karena asma dan telah diuap dengan nebulizer di rumah, Jadi belum pasti karena suntik difteri,” pungkasnya. (nov)