Indeks FTSE-100 Inggris Berakhir Melemah 0,10 Persen

Bursa Saham London (bahasa Inggris: London Stock Exchange, LSE) adalah sebuah bursa saham yang terletak di London. Didirikan pada 1801, bursa ini merupakan salah satu bursa saham terbesar di dunia, dengan banyak pencatatan saham dari luar negeri dan juga perusahaan Britania Raya.

London, 28/2 (Bisnis Jakarta) – Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (27/2), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 7,13 poin atau 0,10 persen, menjadi 7.282,45 poin.

Sky, perusahaan penyiaran dan hiburan terkemuka di Eropa, melonjak 20,50 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau “blue chips”.

Disusul oleh saham Persimmon dan Evraz, yang masing-masing naik 4,66 persen dan 2,84 persen.

Sementara itu, Fresnillo, kelompok pertambangan internasional, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 4,43 persen.

Diikuti oleh saham Associated British Foods, perusahaan pengolahan makanan dan ritel multinasional Inggris, yang merosot 2,38 persen, serta Randgold Resources, perusahaan logam multinasional terkemuka, turun 2,33 persen. (ant)