Banda Aceh ( Bisnis Jakarta ) – Kesebelasan Aceh United menekuk PSPS Pekanbaru 2 – 1 (0 – 1) dalam turnamen pramusim berlebel “Cawan Aceh” yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (28/2) malam.

Dua gol bagi kemenangan tim berjuluk Laskar Iskandarmuda ini diciptakan oleh Osas Saha menit ke-55 dan Fery Komul menit ke-60.

Aceh United lebih dulu kebobolan di babak pertama, setelah striker PSPS, Abanda melesakkan bola ke gawang Muhammad Irfan menit ke-35.

Jalannya permainan babak pertama berlangsung dalam tempo sedang. Serangan Aceh United selalu kandas saat memasuki daerah pertahanan PSPS yang dikawal Andika Kurniawan, Aliyah Al Fuad, Saipul Ramadhan dan Ponda Dwi Saputra.

Osas Saha pemain asal Negeria yang baru kali ini bermain bersama tim Aceh United, turun di lini depan bersama Yongki Ariwibowo dan Zoelfadli sulit mendapat ruang gerak untuk mengancam gawang PSPS yang dikawal Ismail Hanafi.

Kesulitan yang dialami lini depan di babak pertama ini, selain kerjasama yang kurang baik dalam mengalirkan bola dan pergerakan, juga ketatnya pengawalan pemain belakang PSPS. Hampir tidak ada serangan yang menghasil peluang terciptanya gol.

Sebaliknya, tim berjuluk Askar Bertuah ini menerapkan kombinasi permainan dengan tempo tinggi dan sedang saat mengalirkan bola maupun menyerang.

PSPS yang mengandalkan striker murni, Abanda di lini depan, membangun kerjasama dengan para pemain lini tengah sempat beberapa kali merepotkan barisan belakang Aceh United yang dikawal Zikri Akbar, Septia Hadi, Syahrizal dan Ikhwani Hasanuddin.

Serangan dilakukan para pemain besutan Sipendri, yang menyisir cepat pinggir lapangan, dan bola dialirkan ke kotak finalti Aceh United, Abanda lewat tendangan lurus dan keras membobol gawang Muhammad Irfan menit ke-35. Kedudukan 1 – 0 bertahan hingga usai babak pertama.

Tertinggal 0 – 1, membuat pelatih Aceh United, Simon Elisstche merobah pola permainan dan melakukan pergantian sejumlah pemain lini depan di babak kedua.

Rivaldi Andiaz ditarik keluar, dimasukkan Syakir Sulaiman di lima menit babak kedua baru berlangsung dan menerapkan pola permainan dengan tempo cepat menggoyahkan pertahanan PSPS.

Selang lima menit kemudian, Simon kembali mengganti Yongki Aribowo dengan Cristian Alejandro Gonzalez pemain asal Chili, membuat serangan semakin tajam membongkar pertahanan PSPS.

Barulah menit ke-55, satu skrimit di wilayah finalti PSPS, striker Aceh United Osas Saha berhasil mencetak gol menit sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1.

Para pemain Aceh United kian bersemangat dalam bermain di babak kedua ini. Bahkan serangan yang dilancarkan Zikri Akbar dan kawan-kawan makin merepotkan pertahanan PSPS, dan mengancam gawang tim dari Riau ini.

Zoelfadli juga ditarik keluar diganti dengan Mursal, membuat kerjasama lini depan dan tengah Aceh United dalam membangun serangan makin solid.

Anak-anak Aceh United mendominasi dalam menyerang di paruh babak kedua ini, sedangkan stamina para pemain PSPS pun mulai menurun.

Kondisi tersebut dimanfaatkan kerjasama Osas Saha, Syakir Sulaiman dan Mursal dalam menyerang yang kerap mengancam gawang PSPS.

Satu serangan yang dilakukan Aceh United di penghujung babak kedua atau injury time, membuat pemain PSPS melakukan pelanggaran terhadap Osas Saha saat berebut bola di udara. Wasit yang memimpin pertandingan Faulur Rosi dari PSSI Aceh, langsung memberikan tendangan finalti bagi pasukan Muhammad Sa’adan, menit ke-86.

Fery Komul berhasil menjalankan tugasnya melakukan tendangan finalti. Kedudukan pun berubah menjadi 2 – 1 bagi kemenangan Aceh United yang bertahan hingga berbunyi pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Pelatih Aceh United, Simon Elisstche menyatakan puas dengan hasil pertandingan dan akan terus dievaluasi untuk lebih baik dalam pertandingan berikutnya.

Pelatih PSPS, Sipendri menyatakan permainan malam ini luar biasa. “Cuma kemenangan tidak berpihak kepada kami,” ujarnya.

Ia mengakui para pemainnya sempat kedodoran stamina di babak kedua. “Ini akan menjadi perhatian kami,” katanya.(ant)