Dolar AS Menguat Didorong Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

ilustrasi

New York, 1/3 (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang lebih agresif tahun ini.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Selasa (27/2) bahwa meskipun terjadi volatilitas di pasar keuangan baru-baru ini, gubernur Fed masih berencana untuk menaikkan suku bunga beberapa kali sepanjang 2018.

Dia mengatakan kepada para anggota parlemen “pengurangan secara bertahap kebijakan moneter akomodatif akan menopang pasar tenaga kerja yang kuat sambil mendorong kembalinya inflasi menjadi dua persen.” Ketua baru The Fed tersebut mengisyaratkan bahwa bank sentral bisa menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali tahun ini, jika data ekonomi dan inflasi terus terbukti sehat.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,35 persen menjadi 90,648 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2202 dolar AS dari 1,2236 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3769 dolar AS dari 1,3917 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7778 dolar AS dari 0,7797 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,72 yen Jepang, lebih rendah dari 107,39 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9442 franc Swiss dari 0,9389 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,2830 dolar Kanada dari 1,2752 dolar Kanada.(ant)