Opera “Dunia Dalam Cerita” Meriahkan Pembukaan BMN

DENPASAR (Bisnis Jakarta) – Opera komedi berjudul “Dunia dalam Cerita” akan memeriahkan acara Pembukaan Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III-2018 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar pada 3 Maret 2018. “Opera komedi itu nantinya merupakan kolaborasi antara para seniman muda Bali dan anggota Sanggar Kini Berseri. Pagelaran akan didukung oleh sekitar 110 orang penari gabungan mahasiswa ISI Denpasar dengan siswa-siswi SMA/SMK di Denpasar,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, dengan adanya pergelaran opera komedi yang dimulai pukul 19.30 Wita ini akan semakin menyemarakkan rangkaian acara pembukaan Bali Mandara Nawanatya (BMN) sebagai ajang seni yang mewadahi seniman muda kreatif dan inovatif di Pulau Dewata. “Sama seperti tahun sebelumnya, Bapak Gubernur Bali dijadwalkan akan membuka secara resmi BMN III-2018 ditandai dengan penyulutan api,” ucap Dewa Beratha.

Pada hari yang sama, Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada pukul 15.00 Wita juga dijadwalkan akan melepas pawai budaya “Bali Art Carnaval II di depan Gedung Jayasabha, Denpasar.

Sementara itu, I Gede Aditya Lucky Darmawan selaku pimpinan produksi “Dunia dalam Cerita” mengatakan opera komedi tersebut mengangkat sejumlah kisah legenda maupun cerita rakyat dari berbagai wilayah di Nusantara.

“Dalam opera komedi ini diantaranya mengambil cuplikan kisah cerita Jayaprana yang berhasil lolos dari rencana pembunuhan yang dipimpin oleh Patih Saung Galing. Jayaprana kemudian tersesat di hutan dan bertemu dengan Lutung Kasarung yang merupakan dewa yang disihir dalam wujud kera,” ujarnya.

Saat Jayaprana sedang bersembunyi di hutan dengan Lutung Kasarung, mereka tanpa sengaja bertemu dengan Timun Mas (seorang gadis yang sedang kabur dari kerajaan raksasa). Mereka juga berjumpa dengan seorang wanita tua yang sedang mencari anaknya bernama Malin Kundang.

Akhirnya mereka berempat memutuskan untuk membentuk kelompok dan berpetualang bersama. Hal yang tak terduga terjadi ketika mereka bertemu dan akhirnya ikut dengan rombongan Ratu Kang Cing Wi yang hendak menyeberangi Danau Batur untuk mencari suaminya Raja Jayangapus yang hilang.

“Pertemuan bukanlah sebuah kebetulan, bagaimana jadinya apabila tokoh-tokoh dari lima kisah yang berbeda ini tergabung dalam satu cerita. Jadi, mari kita saksikan dalam pementasan Dunia dalam Cerita,” ucap Aditya.

Di sisi lain, yang spesial dari Bali Mandara Nawanatya III – 2018 tahun ini juga akan ditampilkan pameran seni rupa hasil karya para seniman Sanggar Jepun Putih.

Dengan mengangkat tema “Sampah sebagai Inspirasi Karya Lukis” pada bulan Maret, April dan Mei akan menampilkan karya dari sampah plastik yang kemudian dituangkan menjadi karya seni lukis yang punya nilai keunikan tersendiri.

Sementara pada bulan September, Oktober dan November 2018 akan ditampilkan karya dari bahan kolaborasi semua media sampah yang dikemas secara harmonis. (ant)