DEPOK (Bisnis Jakarta) – Diklaim sebagai tindak lanjut program pemerintah pusat, agar para petani di Indonesia bisa langsung menjual hasil pertaniannya. Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) mengaku tengah menyediakan Toko Tani Indonesia (TTI) untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Depok.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura DKPPP Kota Depok, Hermin Kusmiati mengatakan meski belum ada informasi dari Kementerian Pertanian terkait kapan dibukanya anggota TTI 2018 di Kota Depok. Namun, pihaknya telah mensosialisasikan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku usaha dan pembudidaya ikan terkait syarat menjadi anggota TTI Kota Depok.

“Terkait produk yang akan dijual dan sasaran konsumen serta mengenalkan, Sehingga nantinya, saat pembukaan TTI 2018 berlangsung, Kota Depok sudah siap dengan calon anggotanya” Jelasnya di Depok, Rabu (28/02).

Pihaknya juga mengaku sebelumnya di tahun 2017 lalu, sekitar 42 TTI di Kota Depok telah lolos seleksi pemerintah pusat. Namun TTI yang sudah tersebar di berbagai daerah tersebut akan melakukan evaluasi dan mendapat kesimpulan berapa TTI yang dibutuhkan untuk tahun 2018.

Selain itu, terkait pembangunan TTI Center di Kota Depok juga tengah di lakukan kajian yang melibatkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Depok ini diharapkan akan menjadikan TTI sebagai gudang pangan yang memasok kebutuhan warga Kota Depok. “Karena kalau ada TTI Center bisa menjadi gudang pangan milik Kota Depok, sehingga sedang diusahakan untuk membuat kajian dengan pihak terkait,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, jika TTI Center terbangun, maka akan memudahkan mobilisasi pangan dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ke Kota Depok. Keuntungan lainnya yakni TTI yang tersebar di Kota Depok nantinya bisa mengambil persediaan bahan pangan di TTI Center. “TTI Center juga bisa menekan inflasi di Kota Depok, maka dari itu bagian ekonomi ikut andil dalam mewujudkan TTI Center. Karena memang cadangan pangan itu wajib ada di suatu daerah,” jelasnya. (jif)