Polisi Menyelidiki Pengemudi Ojek Daring Rusak Mobil

Jakarta ( Bisnis Jakarta ) – Petugas Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki aksi sekelompok pengemudi ojek daring (online) yang diduga merusak mobil ditumpangi Andrian Anton dan Anton Leonard Ayal di kawasan jembatan bawah tanah Senen pada Rabu (28/2) malam.

“Kita masih penyelidikan dan pengumpulan fakta karena baru terima laporan tadi (Rabu) malam,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu di Jakarta Kamis.

Roma menuturkan penyidik telah memeriksan sejumlah saksi termasuk penumpanv mobil yanv dirusak sekelompok pengemudi ojek daring itu, yakni Andrian dan Anton.

Berdasarkan keterangan Andrian dan Anton, Roma menjelaskan kejadian saat pelapor melintasi kawasan Jalan Letjen Suprapto Cempaka Putih mengarah Senen.

Pengemudi Andrian menyembunyikan klakson sebagai isyarat melintas kepada pengendara lain karena terdapat sekelompok pengemudi ojek online di kawasan tersebut.

Menurut keterangan pelapor kepada penyidik diduga salah satu anggota ojek online tidak terima dengan bunyi klakson itu.

“Namun ada anggota ojek online yang tidak terima dan memukul kendaraan pelapor,” ungkap Roma.

Aksi itu memancing aksi sekelompok ojek online lainnya memukul bagian depan kendaraan yang ditumpangi Andrian dan Anton tersebut.

Pelapor berusaha menambah kecepatan untuk menghindari kejaran kelompok ojek daring namun mobil tersebut menyerempet beberapa sepeda motor.

Mobil berhenti di kawasan jembatan bawah tanah Senen lantaran macet sehingga anggota ojek online itu melampiaskan emosi dengan merusak mobil sedangkan Andrian dan Anton melarikan diri sebelum mobil diamuk massa.

Akibat kejadian itu, Andrian terluka pada tangan, kepala bagian kiri, sedangkan Anton luka pada bagian bibir dan kepala sebelah kanan.

Roma menyatakan keterangan itu masih laporan awal karena petugas masih mengumpulkan fakta di lapangan dan membutuhkan keterangan pengemudi ojek online yang berada di lokasi saat kejadian.(ant)