JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Bank Muamalat terus didorong untuk membangun Marketplace bagi industri Haji dan Umrah di Indonesia sehingga dapat lebih transaparan, akuntable serta menghindarkan masyarakat terhadap efek negatif pengelolaan Haji dan Umrah yang tidak bertanggung jawab. “Nantinya bermitra dengan Jamkrindo atau Askrindo sebagai institusi penjamin guna memberikan kepastian keberangkatan Jamaah ke Tanah Suci,” kata Ketua Umum Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FK KBIH) Dr. Manarul Hidayat saat seminar di Jakarta, Jumat (2/1).

Sebelum seminar, FK KBIH menerima ruang kerja di Muamalat Tower. Sementara seminar sensiei mengusung tema Revitalisasi Peran Pembimbing Haji Menuju Profesionalitas dan Kemandirian dengan menghadirkan narasumber Dr. Nizar, MA. selaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Dr. Sodik Mujahid, dan Direktur Bina Haji Kemenag, Khoirizi.

Kemenag sendiri terus menjajaki dan membangun komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi terhadap perkembangan regulasi di Arab Saudi yang sangat fundamental, sehingga dapat membantu harmonisasi Industri Haji dan Umrah di Indonesia, serta mendukung upaya KBIH di Pusat dan Daerah dalam melakukan peningkatan kapasitas bagi para pendamping sehingga akan lebih profesional dan Mandiri.

Direktur Ritel Bank Muamalat Purnomo B. Soetadi mengatakan, pihaknya menyediakan One Stop Service Hajj & Umrah (1hram). Melalui 1hram, Bank Muamalat mendedikasikan 1 lantai khusus untuk FK KBIH dan asosiasi-asosiasi travel haji & umrah demi menunjang segala aktifitas bisnis yang dijalankan.

Purnomo menambahkan, Bank Muamalat memiliki solusi yang terpadu untuk layanan Haji dan Umrah, dan ingin menunjukan kepada stakeholders haji & umrah bahwa Bank Muamalat merupakan bank yang memiliki solusi terpadu untuk haji & umrah. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mendukung aktifitas dan kegiatan FK KBIH dan berkomitmen dalam melayani umat.

Sementara itu, FK KBIH bersama dengan Pemerintah melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah berkomitmen untuk mendukung rencana membangun ekosistem Haji dan Umrah yang menyeluruh dan terintegrasi.

Terkait dengan pertumbuhan dana haji, Bank Muamalat tercatat mencapai lebih dari Rp2,3 Triliun di tahun 2017 dengan jumlah nasabah yang melakukan porsi haji sebanyak hampir 87.000 porsi haji.

Di tahun 2018, Bank Muamalat menargetkan peningkatan 20 persen untuk pangsa pasar haji dan umrah dengan total 100 ribu porsi haji. Memfokuskan bisnis di segmen komunitas Muslim akan menjadi fokus Bank Muamalat di 2018. (son)