Menristekdikti Resmikan Laboratorium Otomasi Canggih di UI

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan laboratorium kendali canggih terhubung pertama di Indonesia di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis. “Pemberian bantuan laboratorium ini menunjukkan dukungan yang tinggi dari perusahaan untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” ujar Menristekdikti.

Laboratorium tersebut merupakan sumbangan dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Honeywell. Laboratorium itu juga menggunakan sistem dan perangkat lunak canggih Honeywell Building Technologies untuk mengendalikan berbagai fasilitas di beberapa gedung kampus FTUI.

Nasir berharap adanya laboratorium tersebut memungkinkan para mahasiswa dan dosen untuk melakukan simulasi, belajar dan mengembangkan sistem gedung pintar. Laboratorium Kendali Honeywell-UI Smart Connected Engineering Campus menggunakan teknologi layanan gedung terkoneksi berbasis komputasi awan, sistem manajemen gedung, teknologi gedung pintar dengan kemampuan antar-muka visual dan intuitif, serta sistim keamanan dan anti-kebakaran terpadu. “Melalui penggunaan laboratorium ini bisa mengendalikan penggunaan energi dalam suatu gedung,” ujar Nasir.

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengaku bangga menjadi universitas pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas canggih. “Kami juga berterima kasih kepada pihak perusahaan atas komitmen dan dukungannnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan teknik di Indonesia,” kata Anis.

Fasilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi program teknik yang aka membantu mahasiswa belajar dan mengembangkan sistem perangkat lunak dan keras dengan menggunakan modul-modul terkini dari Honeywell. “Sehingga saat lulus, mereka akan lebih siap kerja dan memenuhi tuntutan industri terkait,” kata Dekan FTUI, Hendri DS Budiono.

Presiden Honeywell Indonesia, Roy Kosasih, berharap melalui kemitraan ini dapat membantu para insinyur lulusan FTUI sehingga mereka mampu mengaplikasikan pengetahuannya untuk membangun gedung-gedung yang lebih aman, nyaman, efisien dan ramah lingkungan di seluruh Tanah Air.

“Ini komitmen untuk membantu generasi muda agar lebih inovatif di masa depan. Melalui inovasi kita dapat menciptakan produk dan proses baru yang akan menopang pertumbuhan ekonomi bangsa. Kami percaya bahwa upaya kami dalam mempromosikan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) akan memberikan manfaat bagi negara ini,” kata Roy Kosasih. Pembangunan laboratorium di FTUI tersebut, kata Roy, merupakan bagian dari upaya mempromosikan STEM di Indonesia.

Selain UI, Honeywell juga telah membangun laboratori teknologi kendali proses di Institut Teknologi Bandung pada 2016 dan sejak tahun 2011, Honeywell setiap tahun mengirim guru-guru SD dan SMP dari penjuru Indonesia untuk mengikuti program pendidikan astronot di pusat antariksa NASA di Alabama, Amerika Serikat. (ant)