TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Pemerintah kota Tangerang Selatan (Tangsel) berencana membangun tempat pengelolaan sampah di setiap pasar tradisional yang ada di kota tersebut. Kendati demikian hingga kini masih terkendala permasalahan lahan. “Kebutuhan lahan untuk TPS3R atau pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle diperlukan lebih kurang 400 meter persegi disetiap pasar dengan minimal sampah yang bisa dikelola 1000 ton. Ini masih kita lihat ada atau tidaknya,” ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Yepi Suherman.

Lebih lanjut Yepi mengatakan, tempat pengelolaan sampah di pasar tradisional sangat diperlukan mengingat belum ada pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Jika ada tempat pengelolaan sampah di pasar kan bisa dipilih dan dikelola sampahnya,” imbuhnya.

Dengan adanya TPS 3R, Yepi berharap sampah di pasar bisa dikelola menjadi sesuatu yang bersifat ekonomis. “Di pasar itu kan banyak sampah organik yang bisa diolah kembali menjadi pupuk kompos. Hal itu akan kami koordinasikan kembali dengan Dinas Peternakan,” pungkasnya. (nov)