TANGERANG (Bisnis Jakarta) – Aksi kriminalitas yang masih sering terjadi seperti pencurian kendaraan bermotor perlu diantisipasi dengan peningkatan pengamanan swakarsa terutama di kompleks perumahan. “Perlu diwaspadai dan diantisipasi terhadap aksi kriminalitas, curanmor dan berita-berita hoax. Kewaspadaan warga menjadi kata kunci agar kriminalitas tidak lagi terjadi,” kata Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto saat Grand Launching Paguyuban Warga Perumahan Mahkota Simprug di Tangerang, Sabtu (3/3).

Peresmian Paguyuban yang diketuai Ronald Bunarto dihadiri unsur Muspika Ciledug dan Muspika Larangan, Kota Tangerang. Paguyuban yang merupakan forum silaturahmi warga perumahan yang terbagi dalam dua wilayah terpisah dengan kali Cantiga ini, salah satu programnya yaitu menginisiasi pengamanan swakarsa kompleks perumahan dengan sistem kartu akses.

Kapolsek mengatakan, masalah keamanan bukan semata-mata tugas jajaran kepolisian tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak dan dalam lingkup terkecil adalah tugas warga untuk menjaga lingkungannya masing-masing. Ia mengapresiasi sistem pengamanan yang diterapkan warga Perumahan Mahkota Simprug ini, dan diharapkan sisyem yang sama diadopsi warga perumahan lainnya. “Grand launching ini bukan berita hoax, jadi silakan di-share agar bisa ditiru oleh kompleks perumahan lainnya,” kata Kapolsek.

Puncak acara luanching diisi dengan pemotongan tumpeng disaksikan warga perumahan dan warga sekitar kompleks. Dengan sistem pengamanan baru ini, warga atau kendaraan keluar masuk kompleks perumahan akan diidentifikasi lewat stiker pada kendaraan, sedangkan warga luar kompleks akan diidentifikasi lewat kartu identitas seperti KTP yang bisa dititipkan pada pos security. “Nantinya tidak ada lagi lalu lalang kendaraan tanpa stiker apalagi parkir nginap kendaraan tanpa stiker di area kompleks. Kita terapkan Early Warning System (EWS) untuk cegah kriminalitas dan kejahatan narkoba ” kata Ketua RW 015, Martono. (son)