Manchester ( Bisnis Jakarta ) – Pemuncak klasemen Liga Inggris Manchester City menaklukkan juara bertahan Chelsea dengan skor 1-0 di Stadion Etihad pada Minggu, untuk memperbesar keunggulan mereka menjadi 18 poin dan membuat klub London itu tersingkir dari spot kualifikasi Liga Champions.

City asuhan Pep Guardiola, yang sekarang telah memenangi 14 pertandingan kandang secara berturut-turut, hanya memerlukan empat kemenangan dari sembilan pertandingan tersisa untuk dapat dimahkotai sebagai juara.

“Ini begitu penting, kemenangan hari ini merupakan satu langkah lebih dekat,” kata Guardiola.

“Kami memerlukan empat kemenangan untuk menjadi juara, ini berada di tangan kami dan jika sikap kami seperti hari ini kami akan menjadi juara.” Setelah pendekatan bertahan Chelsea menghasilkan skor imbang pada babak pertama, City membuka keunggulan pada detik ke-33 di babak kedua ketika Bernardo Silva meneruskan umpan silang mendatar dari David Silva.

Chelsea kini telah kalah empat kali dari lima pertandingan terakhir di Liga Inggris dan menduduki peringkat kelima, tertinggal lima poin dari Tottenham Hotspur yang menduduki spot keempat Liga Champions.

Ini merupakan pertandingan yang jauh dari partai klasik di mana Chelsea hanya memperlihatkan sedikit ambisi, dan City senang bermain dengan diri mereka sendiri, namun ini mungkin merupakan konsekuensi dari persaingan perebutan gelar yang efektif telah berakhir selama berbulan-bulan.

Chelsea masih dengan susah payah mendekati pertandingan seperti tim yang memerlukan poin-poin untuk dapat kembali ke persaingan untuk lolos ke kompetisi elit Eropa.

Antonio Conte membangku cadangkan dua penyerang Alvaro Morata dan Olivier Giroud, dan memilih untuk memainkan pemain sayap Eden Hazard sebagai penyerang tunggal.

Conte mempertahankan pendekatannya, mengatakan dirinya mencemaskan risiko kekalahan berat.

“Ketika Anda bermain melawan tim yang telah memperlihatkan bahwa mereka lebih kuat dibanding Anda — karena 25 poin merupakan perbedaan besar — Anda harus berpikir dengan otak Ana dan bukan kepala Anda karena jika tidak Anda harus finis dengan kekalahan yang buruk dan itu tidak baik untuk para pemain,” tuturnya.

Sedikit peluang Tim London itu bertahan dengan dalam namun dengan absennya N’Golo Kante mereka hanya memperlihatkan sedikit kemauan untuk menekan di lapangan tengah, dan sebagai hasilnya babak pertama didominasi City dengan sedikit peluang.

City, yang bermain melawan Arsenal pada Kamis, sedikit kurang tajam di lapangan tengah meski mereka nyaris mengemas gol pembukaan ketika umpan silang dari Kevin De Bruyne dapat dikuasai Leroy Sane, namun tembakan pemain Jerman itu dapat disapu keluar garis gawang oleh Cesar Azpilicueta.

Nicolas Otamendi mencetak gol untuk City, setelah Sergio Aguero meneruskan tendangan bebas cepat namun gol itu dianulir karena offside, dan kedua tim memasuki turun minum dengan skor imbang yang mengecewakan.

Bagaimanapun, diperlukan waktu 33 detik di babak kedua untuk mengubah hal itu, Aguero mengirimkan bola ke David Silva di sisi kiri dan pemain Spanyol itu mengirimkan umpan silang mendatar untuk diteruskan ke dalam gawang oleh Bernardo Silva.

Jika para penggemar Chelsea memperkirakan gol yang masuk ke gawangnya untuk mengubah pendekatan Conte, mereka kecewa sebab mereka harus menunggu sampai menit ke-78 untuk memasukkan Giroud dengan menggantikan Willian.

Namun baik penyerang Prancis itu maupun Morata, yang dimasukkan pada menit terakhir, tidak dapat memberikan dampak di mana hanya peluang optimistis dari Marcos Alonso pada fase akhir pertandingan yang melebar yang merepotkan pertahanan City.

City mencatatkan 902 operan, lebih banyak dari tim lain dalam satu pertandingan Liga Inggris sejak 2003/2004 ketika statistik-statistik untuk pertama kalinya dicatat secara resmi.(ant)