Barcelona ( Bisnis Jakarta ) – Barcelona menaklukkan pesaing terdekatnya Atletico Madrid dengan skor 1-0 berkat tendangan bebas Lionel Messi pada Minggu, untuk unggul delapan poin di puncak klasemen Liga Spanyol dan mendekat kepada gelar Spanyol ke-25nya.

Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Barca Messi melepaskan sepakan kaki kiri untuk mengirim bola melewati pagar pemain dan masuk ke sudut atas pada menit ke-26 untuk mencatatkan gol ke-600 sepanjang kariernya.

Atletico, yang mengunci gelar 2014 di Nou Camp namun tidak pernah menang di sana sejak 2016, dapat memangkas jarak dengan Barca menjadi dua poin dengan kemenangan namun pelatih Diego Simeone memilih untuk memainkan pendekatan yang konservatif.

Tembakan Thomas Parteya dari jarak jauh merupakan satu-satunya ancaman yang dapat diberikan Atletico dan meski Simeone melakukan dua pergantian pemain untuk menyerang, hal itu tidak dapat memaksa kiper Barca Marc-Andre ter Stegen melakukan penyelamatan.

Kevin Gameiro mencetak gol yang dibatalkan karena offside untuk Atletico tidak lama setelah gol Luis Suarez juga dibatalkan karena bendera hakim garis, dan pemain asal Uruguay melepaskan sepakan cungkil yang melebar di tiang jauh menjelang pertandingan usai.

Barca memimpin klasemen dengan 69 poin setelah 27 pertandingan, Atletico memiliki 61 poin, dan juara bertahan Real Madrid dengan 54 poin.

“Ini merupakan pertandingan yang sangat ketat. Messi merupakan pemain yang unik dan jika ia mengenakan kaus kami, dan bukannya Barca, kami akan menang,” kata Simeone kepada para pewarta.

Pelatih asal Argentina itu mengakui dirinya sulit untuk melihat Barca kehilangan genggamannya terhadap keunggulan mereka di puncak.

“Angka-angka tidak berbohong, dan Anda memperkirakan Barca tidak akan kalah pada empat atau lima pertandingan namun inilah sepak bola dan ini mengagumkan maka Anda tidak pernah tahu.” Bola mati yang sangat indah Atletico menghancurkan Sevilla dengan skor 5-2 dan Leganes dengan skor 4-0 pada dua pertandingan terakhir mereka dan melawat ke Nou Camp untuk mencatatkan delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi, dan dengan satu hari istirahat lebih banyak dibanding Barca, yang bermain imbang 1-1 di Las Palmas pada Kamis.

Kedua pelatih dapat menurunkan tim dengan kekuatan penuh dan manajer Barca Ernesto Valverde memainkan pemain termahal mereka Philippe Coutinho namun kehilangan kapten Andres Iniesta karena cedera pada babak pertama, dan terpaksa untuk memainkan Andre Gomes yang kerap dikritik.

Apa yang semestinya menjadi pertarungan untuk memperebutkan gelar gagal terwujud menjadi laga seru, ketika Atletico lebih fokus pada meredam Barca dan membatasi ruang gerak Messi.

Bagaimanapun, mereka tidak memperhitungkan kemampuan pemain Argentina itu untuk mencetak gol dari tendangan bebas, dan Messi menjadi penentu pertandingan, dan kemungkinan penentu pada persaingan perebutan gelar, dengan gol bola mati ketiga dari tiga pertandingan.

Pelatih Barca Valverde mengatakan timnya tidak dapat beristirahat sampai peluit panjang berbunyi meski Atletico tidak memiliki banyak peluang.

“Mereka tidak memiliki peluang-peluang bersih namun Anda tidak pernah bersantai karena mereka memiliki penyerang-penyerang hebat, karena jika Anda ingin menaklukkan Atletico Madrid Anda selalu harus menderita,” tuturnya.

“Di atas segalanya, saya bangga dengan bagaimana kami bersaing. Pada pertandingan-pertandingan seperti ini sepanjang musim kami telah menghidupkan sejumlah ekspektasi dan hari ini kami kembali melakukannya.(ant)