Jakarta ( Bisnis Jakarta ) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memprogramkan pemberian vaksi influenza kepada para atlet pemusatan pelatihan nasional jelang Asian Games 2018 untuk menjaga kekebalan tubuh atlet selama berlatih.

“Vaksinasi influenza itu penting karena atlet tidak akan terkena flu dalam setahun. Flu akan menyebabkan kelelahan pada atlet,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana di Jakarta, Rabu.

Mulyana mengatakan atlet dan tim pelatnas Asian Games 2018 perlu mendapatkan sosialisasi vaksin influenza, menyusul pencegahan kandungan zat doping dalam vaksin itu.

“Kami akan bekerja sama dengan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) di kantor Kemenpora untuk menyosialisasikan jenis obat yang mengandung doping,” tutur Mulyana.

Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PPITKON) Kemenpora Edi Nurindra Susila mengatakan atlet-atlet nasional terancam serangan influenza menyusul kondisi cuaca, pola makan, dan sering bepergian ke negara-negara lain untuk mengikuti kejuaraan uji coba.

“Serangan flu yang ringan pun dapat mempengaruhi pretasi individu atlet dan dia dapat menjadi sumber penularan bagi atlet lain,” ujar Edi.

Kemenpora, lanjut Edi, mengagendakan vaksinasi influenza bagi para atlet pelatnas Asian Games mulai April hingga Juli sebelum pertandingan Asian Games pada Agustus di Jakarta dan Palembang.

“Kami akan berkunjung ke masing-masing pelatnas cabang olahraga yang turun dalam Asian Games. Kami membidik atlet-atlet utama dan mengupayakan semua biaya gratis,” kata Edi.

Kemenpora membidik 1.100 atlet utama pelatnas Asian Games dan Asian Para Games untuk mengikuti program vaksinasi influenza yang sedang menjalani pelatnas dan tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Manajer Tim Angkat Besi Indonesia Dirdja Wihardja mengatakan program vaksinasi influenza itu sangat membantu para atlet menjaga kesehatan dan kondisi fisik mereka terutama saat menghadapi pergantian cuaca.

“Daya tahan atlet dapat lebih terjaga dengan vaksin influenza. Jika atlet kehujanan, dia bisa sakit dan tidak berlatih dua hari,” tutur Dirdja.

Dirdja berharap Kemenpora tidak sekedar sosialisasi arti penting vaksin influenza tetapi juga dapat langsung memberikan kepada para atlet yang masih menjalani pelatnas di dalam negeri.(ant)