JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Akbar Tanjung, sepakat dengan pendapat dan sikap para profesional muslim alumni Universitas Indonesia yang tergabung dalam SOLUSI UI (Solidaritas Mulsim Alumni UI) untuk menolak calon tunggal pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Sebab dalam sistem demokrasi yang sedang kita anut saat ini, harus selalu ada kompetisi. Adanya beberapa pasangan Capres dan Cawapres memberikan rakyat sebagai pemilik suara memilih yang terbaik untuk memimpin bangsa dan negara. Jika hanya ada calon tunggal, rakyat dipaksa mendukung calon yang ada yang belum tentu sesuai pilihan hati dan nuraninya.

“Kita harus menyuarakan makna dan tujuan demokrasi. Dalam demokrasi harus ada kompetisi. Karena itu, dalam pemilihan Presiden di 2019 mendatang, jangan sampai ada pemilihan calon tunggal, “tegas mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung dalam peremuan dan diskusi bersama jajaran Pengurus SOLUSI UI yang dipimpin Ketua Umum SOLUSI UI, Sabrun Jamil, kemarin di Sekretariat Akbar Tanjung Institute, Pancoran Jakarta Selatan. Hadir dalam diskusi tersebut antara lain, Sekretaris Jenderal (SOLUSI UI) yang juga pendiri lembaga konsultan Strategic Communication INDONESIA CHANNEL Eman Sulaeman Nasim, Wakil Ketua Umum SOLUSI UI Ahmad Ghufron dan Anggota Dewan Penasehat SOLUSI UI yang juga mantan Ketua Umum Senat Fakultas Tekni UI Ikhsan Mahyudin atau yang biasa dipanggil Bang Ichan.

Menurut Ketua Umum SOLUSI UI Sabrun Jamil, untuk mencegah terwujudnya skenario Calon Tunggal dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang, SOLUSI UI akan berinisiatif mengadakan Konvensi Calon Presiden (Capres) 2019. Dalam Konvensi Capres 2019 tersebut, SOLUSI UI akan mendorong dan mendukung para politisi dan negarawan alumni UI yang bertaqwa, teruji integritasnya dan jauh dari perbuatan-perbuatan tercela termasuk didalamnya tidak ada indikasi pernah atau akan melakukan tindak pidana korupsi, untuk menjadi Calon Presiden maupun Calon Wakil Presiden.

“Dalam Politik, kekuasaan cenderung disalah gunakan. Karena itu kekuasaan selain harus diawasi juga ada check and balance. Juga harus ada kompetisi. Nah untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan sekaligus untuk mendukung adanya check and balance serta kompetitivenes, SOLUSI UI akan mengadakan Konvensi Capres 2019. Kami mendukung dan mendorong, para politisi dan negarawan yang berkualitas, berahlak mulia, dan bertigeritas untuk maju menjadi pasangan Capres dan Cawapres, bersaing dengan Bapak Joko Widodo yang diperkirakan akan maju lagi dalam Pilpres 2019 mendatang,” papar Sabrun Jamil.

Di tempat yang sama, Sekjen SOLUSI UI Eman Sulaeman Nasim menuturkan, saat ini Universitas Indonesia memiliki banyak alumni yang pantas dicalonkan menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Selain sudah lama berkiprah di dunia politik praktis baik duduk di pemerintahan pusat dan daerah, juga dengan menjadi anggota parlemen dan senator. Juga di dunia profesional. Alumni-alumni UI yang pantas untuk didorong menjadi Capres atau Cawapres antara lain Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Pendiri dan pemilik CT Corps Chairul Tanjung, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Almuzamil Yusuf, Ketua Tim Pemenangan Anies Sandi Mardani Ali Sera, Wakil Ketua DPR RI Dr Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, juga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr Moeldoko.

“Selain itu, juga ada Dekan FIA UI yang juga mantan wakil menteri Prof Dr Eko Prasojo, ada senator yang sangat peduli pada umat Islam Fahira Idris, ada Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mbak Puan Maharani serta Ketua umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono. Mereka semua pantas didukung memimpin bangsa dan negara ini baik sebagai Calon Presiden atau Calon Wakil Presiden berpasangan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto atau berpasangan dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur Jawa Barat 2 (dua) Priode Ahmad Heriawan, bersaing dengan Bapak Jokowi. Soal siapa yang akan dipilih, kita serahkan kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia dalam Pilpres mendatang. Asalkan jangan ada kecurangan,” papar dosen UI dan INSTITUT STIAMI Eman Sulaeman Nasim.

Ditambahkan oleh Sabrun Jamil, kita memiliki kepentingan dan kewajiban untuk melakukan pendidikan politik bagi rakyat. Banyaknya Calon Presiden yang maju dalam Pilpres 2019 mendatang, selain memberikan banyak pilihan juga memberikan pendidikan politik yang penting bagi rakyat. Pemilihan Presiden langsung yang berbiaya mahal, namun hanya diikuti oleh calon tunggal itu hanya tindakan pembodohan publik yang menghabiskan uang rakyat.

“Dengan melakukan Konvensi Capres, mencegah adanya Calon tunggal dalam Pilpres mendatang, SOLUSI UI sudah berusaha memberikan sumbangsih di bidang pendidikan politik bagi bangsa dan negara. Mendorong orang –orang berkualitas dan beritegritas maju untuk memimpin bangsa dan negara ini, agar terhindar dari kebangkrutan karena kebanyakaan hutang, dan menghindarkan negara dari salah urus,” papar Sabrun Jamil.

Mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung menyambut baik rencana SOLUSI UI mengadakan Konvensi Capres 2019. Konvensi Capres tersebut bagi Akbar Tanjung merupakan salah satu ikhtiar mencegah calon tunggal dan mendorong orang-orang berkualitas dan beritegritas alumni UI berpasangan dengan alumni lembaga pendidikan tinggi lainnya seperti Akademi militer dan yang lainnya, untuk maju dalam Pilpres 2019. Memberikan alternatif pilihan pemimpin bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

“SOLUSI UI harus menggandeng Partai Partai Politik yang lolos Pemilu 2019 serta harus menggandeng Partai Politik Peserta Pemilu 2014 lalu yang saat ini memiliki kursi di DPR RI. Sebab untuk bisa mendukung adanya Capres yang lain selain Pak Joko Widodo, pasangan Capres dan cawapres yang harus didukung oleh Parpol atau gabungan Parpol minimal memiliki 20 persen kursi di DPR RI atau memiliki peroleh suara dalam Pemilu 2014 lalu sebesar 25 persen,” papar Akbar Tanjung.

Menurut Akbar Tanjung, jika SOLUSI UI jadi mengadakan Konvensi Capres, dirinya siap untuk menjadi penasehat atau pembimbing sekaligus memberikan masukan-masukan agar konvensi Capres Alumni UI bisa berjalan dengan baik. Selaian itu, dirinya juga siap memberikan masukan-masukan dan saran-saran serta pengetahuan di bidang politik dan ketatanegaraan. Sehingga Capres dan Cawapres hasil Konvensi SOLUSI UI benar-benar memiliki kualitas dan pengetahuan yang baik sehingga dapat menjalankan tugas Presiden atau Wakil Presiden, bila terpilih, dengan baik. Membawa Indonesia menjadi lebih baik. (son)