Walikota Depok mengapresiasi kunjungan tim FAO dan Kementan RI terkait pembinaan pasar tradisional di Depok

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Guna mewaspadai wabah penyakit menular yang berasal dari hewan, dinilai perlu adanya penanganan khusus pencegahan terutama di area pasar tradisional. Terkait hal itu, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) menggandeng Food and Agriculture Organization (FAO) untuk melakukan pembinaan terhadap pasar-pasar di Indonesia dan Kota Depok salah satunya.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) mengapresiasi langkah tersebut. Terlebih menurutnya di wilayah Depok telah ada, Pasar Sukatani yang merupakan salah satu pasar binaan dari FAO sejak 2017. Menurutnya, dari segi sarana prasarana, Pasar Sukatani sudah dapat dikategorikan sebagai pasar sehat. “Program yang dilakukan ini memiliki nilai yang sangat strategis yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya di aula BKD, Rabu (07/03).

Pihaknya juga menjelaskan diawal pembangunan Pasar Sukatani Pemkot Depok menyesuaikan dengan program unggulan dan program prioritas. Untuk program unggulan yang pertama yakni menyelesaiakan persoalan sampah termasuk di area pasar. “Jadi lewat pemilahan sampah dan pada penilaian Adipura yang lalu, Pasar Sukatani menyumbang nilai tertinggi,” katanya.

Dirinya menambahkan, di Kota Depok terdapat 5 pasar traditional yang dikelola langsung oleh Pemkot Depok. Diantaranya Pasar Tugu, Pasar Sukatani, Pasar Cisalak, Pasar Agung, dan Pasar Musi. “Tahun ini, kami juga sudah mengajukan bantuan kepada Kementerian Perdagangan untuk pembangunan pasar traditional di wilayah Kecamatan Sawangan,” ungkapnya. (jif)