Dolar AS Naik Tipis Di Tengah Pengunduran Diri Gary Cohn

New York, 8/3 (Bisnis Jakarta) – Indeks dolar AS naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Gary Cohn, penasihat ekonomi utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengundurkan diri dari jabatannya.

Cohn, seorang “globalis” di dalam Gedung Putih, telah melakukan upaya terakhir untuk menghentikan rencana tarif baru Trump pada impor baja dan aluminium.

Para analis mengatakan Cohn telah dilihat sebagai suara alasan di Gedung Putih yang tampaknya dalam kekacauan konstan dan dia menentang penerapan tarif. Kepergiannya menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perang dagang dalam waktu dekat.

Di sisi ekonomi, lapangan kerja sektor swasta AS meningkat sebesar 235.000 pekerjaan dari Januari ke Februari, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP terbaru pada Rabu (7/3), mengalahkan ekspektasi pasar.

Laporan tersebut secara luas dilihat sebagai pratinjau laporan gaji non pertanian bulanan Departemen Tenaga Kerja AS, yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat (9/3).

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS mengumumkan pada Rabu (7/3) bahwa defisit perdagangan barang dan jasa mencapai 56,6 miliar dolar AS pada Januari, naik 2,7 miliar dolar AS dari 53,9 miliar dolar AS pada Desember, direvisi.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,02 persen menjadi 89,645 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro tidak berubah dari angka hari sebelumnya sebesar 1,2405 dolar AS, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3894 dolar AS dari 1,3889 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7817 dolar AS dari 0,7819 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,08 yen Jepang, lebih rendah dari 106,22 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9436 franc Swiss dari 0,9406 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2927 dolar Kanada dari 1,2901 dolar Kanada.(ant)