JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Junior Short Diplomatic Course (JSDC) yang melibatkan 250 pelajar dari 25 sekolah di Jabodetabek kembali digelar Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) FISIP Universitas Budi Luhur (UBL) di Auditorium Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (8/3). Ajang tahunan berupa lomba simulasi sidang untuk siswa-siswi SMA/MA/SMK se-Jakarta dan Tangerang, bekerja sama dengan Direktorat Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI sebagai juri, menggunakan sistem Bali Democracy Forum (BDF) X dengan tema,  “Does Democracy Deliver?”.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Diplomasi Publik, Kemlu, Azis Nurwahyudi yang diwakili oleh Agus Heryana; Direktur Promosi dan Kerjasama, Duta Besar Sunten Z. Manurung; Rektor UBL, Prof. dr. Ir. Didik Sulistiyanto yang diwakili oleh Widodo, M.S; Dekan FISIP, Fahlesa Munabari, Ph.D; Kaprodi HI, Elistania, M.Si dan beberapa dosen HI, FISIP, Universitas Budi Luhur.

Dekan FISIP, sangat mengapresiasi kegiatan ini pada saat membuka acara. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi UBL bahwa Kemlu bisa hadir dan memberikan appreciation kepada calon-calon diplomat. Saya berharap siswa tidak hanya menjadi diplomat-diplomat yang handal di masa depan, tetapi juga diimbangi dengan moral bangsa,” ungkap Fahlesa Munabari.

Sementara Agus Heryana mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut.  “Kami sangat mengapresiasi yang dilaksanakan oleh Universitas Budi Luhur. Turut membantu Kementerian Luar Negeri untuk mempromosikan nilai-nilai demokrasi melalui BDF,” paparnya.

Forum BDF menurutnya, adalah forum sharing, dimana setiap negara dapat bertukar pandangan mengenai demokrasi di negara mereka masing-masing. Sejak 2008, BDF menggalang komitmen bersama menuju demokrasi yang lebih baik. BDF bukanlah ajang menghakimi negara yang praktik demokrasinya kurang ataupun yang sudah baik, namun di forum tingkat menteri ini, negara-negara saling berdiskusi (sharing experiences & best practices).

Ia berharap course seperti ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Siswa-siswi harus memberikan perhatian khusus kepada perkembangan dunia,” tuturnya.

Terdapat empat sesi sidang dalam JSDC, yaitu Leader Statement yakni pembacaan laporan dari pimpinan sidang, dan pernyataan pembuka dari representasi Wakil Presiden RI. Kemudian dilanjutkan dengan Ministerial Panel yakni penyampaian sub-tema “Democracy in Managing Diversity, Security, Equity and Social Justice” oleh lima panelis yang diikuti sesi tanya jawab dengan para delegasi. Pada sesi ketiga digelar General Debate yakni sesi pembacaan pidato oleh setiap delegasi negara; dan sesi terakhir, penyampaian kesimpulan oleh pimpinan sidang mengenai pernyataan yang telah disampaikan oleh masing – masing negara pada setiap sesi.

Dalam JSDC tahun ini Best Country Team diraih SMA Budi Mulia, diikuti SMA Yadika 5 yang meraih predikat Best Country Statement. Best Speaker diraih St. John Catholic School BSD, dan Best Delegate direbut Nathan Theophilius – St. John Catholic School BSD.

Sementara Direktur Promosi dan Kerja Sama Universitas Budi Luhur, Sunten Z Manurung mengungkapkan, Bali Democracy Forum ini merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan di Bali. “Kita perlu jadi percontohan demokrasi di Negara, bahwa kebhinekaan itu ada di kita tapi tidak berbenturan dan bisa kita padukan sebagai asset menjadi pemersatu bagi kita. Itu pesan yang tercermin dalam BDF ini,” ungkap Sunten. (grd)