London ( Bisnis Jakarta ) – Juventus mengandalkan naluri-naluri pejuang mereka, kata gelandang Blaise Matuidi, ketika mereka menang 2-1 atas Tottenham Hotspur untuk mencapai perempat final Liga Champions dengan skor agregat 4-3 di Wembley pada Rabu.

Perlu mencetak dua gol pada babak kedua, tim Italia itu terlihat akan tersingkir sampai gol-gol dari Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala pada menit ke-64 dan 67 membatalkan gol pembukaan Son Heung Min untuk Tottenham, mengakhiri laju buruk melawan wakil-wakil Inggris pada pertandingan dua leg di kancah Eropa.

Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea menyingkirkan Juventus di fase gugur Liga Champions, dan mereka dikalahkan Fulham di Liga Europa.

Namun pasukan Massimiliano Allegri telah berkembang, di mana mereka terbukti mencapai dua dari tiga final Liga Champions terakhir dan kini menjalani laju 21 pertandingan tanpa terkalahkan di semua kompetisi musim ini.

“Kami tidak berada di posisi yang bagus setelah 2-2 di kandang sendiri. Kami tahu kami dapat mencetak gol di sini, kami melakukannya,” kata Matuidi (30), yang absen pada leg pertama, kepada para pewarta.

“Kami bangkit menghadapi tim yang sangat sangat bagus yang memiliki pemain-pemain super dan memainkan sepak bola yang bagus. Mereka memuncaki klasemen grup mereka. Itulah tantangan, satu hal yang kami hadapi dengan jiwa dan semangat juang dan itulah yang menjadi pembeda.” Tidak seorang pun yang menjadi perlambang lebih dari Andrea Barzagli (36), yang tampil kokoh tanpa basa-basi di deretan empat bek dengan total koleksi 170 penampilan di Liga Champions di antara mereka.

Ketika Tottenham mengupayakan segalanya ke kubu pertahanan Juve pada gempuran akhir untuk menghancurkan mimpi mereka, ia bersama Giorgio Chiellini, Medhi Benatia, dan Alex Sandro tampil tangguh untuk meredam badai.

Barzagli yakin semangat seperti itu yang akan membuat Juve ditakuti pada perempat final.

“Kami dapat mencapai sesuatu dengan karakter bagus ini, kami bermain buruk selama lebih dari satu jam dan kemudian membalikkan semuanya dengan dua gol bagus,” ucapnya.

“Kami juga beruntung, namun menurut saya Anda layak mendapatkan keberuntungan ketika Anda siap untuk bertarung dan berkorban seperti yang kami lakukan malam ini.” Chiellini mengatakan ketenangan di bawah tekanan telah membuat Juve untuk mencapai perempat final untuk ketiga kalinya dari lima penampilan terakhir mereka di kompetisi ini.

“Saat turun minum, kami berkata kepada diri sendiri bahwa kami harus tetap tenang meski banyak menderita karena peluang-peluang kami akan datang,” tuturnya.

“Tottenham terbukti merupakan tim yang hebat, menurut saya mereka hanya kurang sedikit hal untuk menjadi salah satu tim terbaik di Eropa, mungkin beberapa pengalaman.” “Beberapa tahun silam kami berada di tempat yang sama, dan mencapai dua final dalam tiga musim terakhir membantu kami mengatasi hal-hal semacam ini.” Allegri, yang keputusannya untuk mengirimkan pemain-pemain yang segar dalam diri Kwadwo Asamoah dan Stephan Lichtsteiner pada menit ke-60 terbukti merupakan pilihan jitu, memuji daya tahan timnya.

“Para pemain bersabar untuk menunggu momen yang tepat untuk menghantam mereka,” ucapnya. “Mempertimbangkan keseluruhan 180 menit, menurut saya lolosnya kami layak didapat.” “Pada babak pertama kami banyak menderita melawan tim dengan kualitas hebat. Saya memutuskan bahwa kami memerlukan kaki-kaki segar di sayap, maka saya memainkan Asamoah dan Lichtsteiner, saya senang hal itu menuai hasil.”(ant)