Cikarang, Bekasi ( Bisnis Jakarta ) – Satuan Lalulintas Polres Metro Bekasi, Jawa Barat menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2018 bersama aparatur gabungan yang dipusatkan di tiga lokasi, yakni Simpang Jurong, Pecenongan Jababeka II, dan Sentra Grosir Cikarang.

“Kegiatan itu lebih mengarah kepada pemberian sosialisasi pentingnya keselamatan dan kelengkapan saat melintasi jalan raya,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi AKBP Heru Purnomo di Kabupaten Bekasi, Kamis.

Dia menjelaskan sasaran operasi adalah pengendara yang melawan arus, berboncengan lebih dari dua orang, larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara.

Pasalnya, katanya, hal tersebut dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas.

Selain itu, petugas memberikan sosialisasi terkait dengan pentingnya menggunakan helm, kendaraan dilengkapi spion, parkir liar, nomor polisi tidak sesuai, dan knalpot tidak standar.

Untuk pengendara roda empat, katanya, dalam berkendara harus menggunakan “safetybell” untuk keselamatan.

Ia menjelasakan operasi itu sebagai bentuk penyelamatan utama di mana petugas memberikan pengertian tentang perlunya mematuhi aturan berlalulintas.

Dia mengatakan penyumbang angka kecelakaan lalulintas dalam usia yang produktif, yakni antara 25-40 tahun. Hal itu biasa disebabkan oleh pelangaran-pelanggaran.

Melalui kegiatan itu, ujarnya, petugas memberikan imbauan kepada pengguna jalan raya agar mengindahkan aturan yang berlaku dan tetap berjalan pada jalur yang tepat.

Namun, pada operasi itu, petugas juga akan mengambil langkah-langkah tegas, yakni 80 persen preentif dan 20 perseni preventif, serta tidak melakukan penindakkan.

“Tetapi bilamana adanya pelanggaran setelah dilakukan operasi tersebut maka akan mengambil tindakan keras bagi pengguna kendaraan yang terbukti bersalah,” katanya.

Heru menjelaskan angkutan umum dan kendaraan pengangkut barang yang berat juga menjadi sasaran operasi itu.

Operasi Keselamatan Jaya 2018 dilaksanakan hingga 25 Maret mendatang di seluruh Indonesia.(ant)