Sektor Pertanian Diklaim Tekan Laju Inflasi

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Meski minimnya lahan pertanian, namun dari sektor tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengklaim mampu menjaga laju inflasi sekecil mungkin. Salah satu strategi stabilitas perekonomian yakni bertumpu pada pengembangan pertanian yang ada. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono mengatakan, Kota Depok setidaknya memiliki lahan produktif sekitar 60 hektare, di mana dari jumlah itu 40-an hektare yang ditanami oleh para petani.

Menurutnya, dari lahan tersebut, 1 hektare lahan saja dapat menghasilkan 10 ton padi. Jika tiap panen bisa menghasilkan 600 ton padi atau setara 400 ton beras setelah kulitnya dikupas. Maka dalam setahun 3 kali panen saja, Depok bisa memiliki persediaan beras sekitar 1200 ton.

“Kalau 1200 ton ini dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Depok, tentu sepertinya bisa menekan laju inflasi. Meskipun belum memenuhi secara keseluruhan kebutuhan beras di Depok, namun kalau dilakukan secara intensif produksi beras tadi akan menekan inflasi di Depok,” jelas Sidik, di Curug, Bojongsari.

Pria yang pernah membuat remote sensing (penginderaan jauh) untuk aplikasi pertanian di seluruh Indonesia ini menambahkan, inflasi di Depok setidaknya juga dipengaruhi dengan keberadaan pasar-pasar yang ada di kota-kota besar tetangga Depok.

“Kalau kita sudah memiliki distribusi dalam bentuk beras yang signifikan, tentunya bisa memotong jalur distribusi. Sehingga Depok bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,” ungkapnya. (jif)