Denpasar ( Bisnis Jakarta ) – Tim Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Denpasar, Bali, keluar menjadi juara umum dalam ajang “Wali Kota Cup” 2018, setelah sukses mengumpulkan lima medali emas.

Pertandingan yang diselenggarakan selama tiga hari (9-11/3) digelar di Indie Camp berakhir pada Minggu malam, tim Pertina Denpasar juga sukses menyabet masing-masing satu medali perak dan perunggu.

Selain itu, dalam pertandingan tersebut menobatkan petinju terbaik putra diraih Charles Bria dari Denpasar di kelas 49 kg, dan terbaik putri disabet Ema Ekayanti di kelas 48 dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Begitu juga petinju favorit putra di partai “Youth/Pemula” di kelas 38 kg diraih DD Mahendra dari SMP Dwijendra dan di kategori putri diraih Marisa Aprilyan dari Denpasar.

Sedangkan juara kedua disabet tim Denpasar satu, dengan mengumpulkan tiga medali dan satu perak. Sementara dari tim Pertina NTB ada di posisi ketiga dengan perolehan medali satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pertina Kota Denpasar Made Muliawan Arya mengatakan kejuaraan tinju ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan dalam upaya mencari bibit atlet dan pembinaan petinju.

“Target kami untuk ajang ini adalah pembinaan, khususnya bagi para petinju pemula. Ini tentu akan kami jadikan sebagai agenda setiap tahun,” kata Muliawan Arya yang akrab dipanggil De Gadjah.

De Gadjah mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Dukungan Kota Denpasar dalam dunia tinju sangat bagus, bahkan dalam mengikuti ajang keluar daerah juga didukung pemerintah setempat,” ucapnya.

Ia mengharapkan pemkot agar terus memberi dukungan kepada semua cabang olahraga dalam mencari bibit atlet yang berprestasi.

“Dengan keterbatasan dana di kejuaraan tinju ini, kami berani untuk mengundang petinju dari luar yakni Banyuwangi (Jawa Timur) dan NTB. Ke depan kami akan undang lebih banyak lagi daerah-daerah lain untuk kejuaraan yang lebih besar dan bergengsi, sehingga tingkatnya sampai pada kejuaraan nasional ‘Wali Kota Cup’,”ujarnya.

De gadjah juga berharap kepada Pertina Provinsi Bali dapat menggelar kejuaraan semacam ini. Sehingga akan banyak kejuaraan setiap tahun minimal ada tiga kali yang dapat memacu mental dan semangat atlet tinju untuk bertanding.

“Semakin banyak kejuaraan tinju akan memacu semangat petinju untuk terus berlatih. Setidakya disiplin atlet dalam berlatih tidak sia-sia karena ada pertandingan. Seperti yang kami coba selama ini hingga terpaksa harus bertanding keluar daerah, walau dengan dana dari swadaya para pengurus untuk memberangkatkan atlet,” katanya.(ant)