BOGOR (Bisnis Jakarta) – Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Dr.Ir.H. Apandi Arsyad mengaku khawatir dengan semakin merebakanya perkumpulan Lesbian gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang ada di Bogor. Bahkan, LGBT di Bogor sekarang ini mulai menyasar dengan target para remaja dan kalangan pelajar di Kota Bogor.

 “Remaja dan pelajar itu rata-rata masih labil, sehingga empuk atau mudah untuk dipengaruhi. Tentu kami sangat kawatir dengan fenomena LGBT di Kota Bogor sekarang ini. Untuk itu, ini harus menjadi focus dan perhatian kita semua, agar LGBT ini tidak semakin berkembang di Kota Bogor,” kata Apandi, ditemui di kantor Sekertariat Dewan Pendidikan Kota Bogor, di Jalan Julang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor Selasa, (13/03).

Kasus LGBT di Kota Bogor tidak boleh disepelekan, apalagi dianggap wajar. Karena saat ini memang ada pihak-pihak yang sengaja ingin menghancurkan moral para generasi muda dan pelajar di Kota Bogor dengan berbagai cara dan dalih untuk kebebasan HAM dan lainnya.  “Fakta demikian memang kami temukan. Untuk itu peran keluarga,sekolah,lingkungan dan pemerintah harus tegas menolak LGBT ini. Dan itu yang akan kami suarakan bersama,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Dewan Pendidikan Kota Bogor bersama lembaga terkait, pada Kamis (15/03) besok akan menggelar acara Diskusi Fokus Group yang akan membahas persolan LGBT di Kota Bogor. “Acaranya insa Allah akan kami laksanakan di kantor Balaikota Bogor, dengan menghadirkan para pembicara (narasuber) berkompeten, untuk membahas dan mengupas masalah LGBT di kalangan pelajar di Kota Bogor itu,” ujarnya.

Apandi, berharap melalui forum diskusi itu nantinya akan melahirkan gagasan dan pemikiran jitu dari pihak-pihak terkait untuk dijadikan bahan rekomendasi kepada para pemangku kebijakan dalam menolak dan melawan LGBT,” jalasnya.

Seperti yang diberitakan beberapa media lokal di Bogor, dinas kesehatan setempat telah mencatat ada 39 titik perkumpulan LGBT tersebar di Kota Bogor. “Kami tentu sangat kaget dengan fakta ada ratusan pria (homoseksual) dan para wanita (lesbian) kumpul di kawasan Taman Sempur itu. Kami sangat yakin, bahwa itu hanya yang tampak dipermukaannya saja. Tapi jumlah rielnya pasti akan jauh lebih besar dari pada itu,” pringatnya.

Taman Sempur ternyata bukan satu-satunya tempat atau lokasi yang menjadi tempat perkumpulan para kaum lesby dan gay di Bogor. Sebab, fakta lainnya ternyata juga ditemukan ada lokasi-lokasi lainnya seperti, di Taman Topi, Sukasari, Bubulak dan lokasi lainnya yang kerap dijadikan tempat ngumpulnya kaum tersebut. “Komunitas ini ternyata memang dari berbagai lapisan dan kalangan. Bayangkan kami mendapat informasi dan laporan bahwa mereka itu mulai dari para supir angkot, ojek, mahasiswa/pelajar, bahkan ada juga anak-anak. Fakta lain ternyata mereka itu justru kebanyakan berasal dari luar Kota Bogor,” kata Dr. Apandi. (bas)