Stoke-on-Trent ( Bisnis Jakarta ) – Manchester City memiliki prospek untuk merayakan mahkota Liga Inggris dengan kemenangan kandang atas rival sekota Manchester United namun, meski para penggemar akan sangat puas dengan skenario itu, Pep Guardiola ingin hal-hal semacam itu tidak berada dalam benaknya.

City, yang mengoleksi keunggulan 16 poin atas tim peringkat kedua United dengan delapan pertandingan tersisa, terlebih dahulu perlu mengalahkan Everton di Goodison Park pada 31 Maret jika ingin menuju “derby” Manchester pada 7 April dengan gelar berada dalam jangkauan mereka.

Para penggemar tentu sangat suka dengan ide menambah penderitaan United dengan melakukan pesta di Etihad, ketika mereka menyanyikan lagu-lagu mengenai seteru abadinya United dan manajernya Jose Mourinho saat timnya menang 2-0 di markas Stoke City pada Senin.

Namun Guardiola dengan cepat menepisnya dengan menyebut bahwa “derby” itu akan berlangsung di antara dua leg pertandingan perempat final Liga Champions menghadapi lawan yang baru akan ditentukan pada undian Jumat, di mana United berpeluang besar mengunci tiket mereka ke delapan besar pada Selasa.

“Kami ingin menjadi juara (Liga Inggris)… namun, percayalah, sebelum dan sesudah (pertandingan melawan) United kami memiliki perempat final (Liga Champions) dan saat ini itulah hal terpenting, fokus pada perempat final,” kata Guardiola.

“Saya memahami para penggemar, baiklah, namun hal yang penting adalah menjadi juara. Kapan, di mana, itu bukan masalah,” ucapnya.

Kapten Vincent Kompany, yang menjuarai Liga Inggris bersama City pada 2012 dan 2014, memahami betul emosi yang akan tercipta melalui keberhasilan memenangi gelar dengan mengalahkan United.

“Semua orang di sisi biru Manchester tahu bahwa ini akan menjadi kesempatan sekali seumur hidup,” ucapnya.

“Kami memiliki satu pertandingan lebih banyak sebelum United dan kemudian kita lihat saja. (Namun) itu berat, itu tidak akan berada di tangan kami.” “Itu merupakan satu masa dalam setahun — setiap kemenangan membawa Anda semakin dekat ke tujuan Anda,” tambahnya.

City beranjak menuju bandara setelah pertandingan melawan Stoke di mana mereka akan berlibur di kampung halaman sang pemilik klub.

“Sekarang kami memiliki libur tiga pekan, kami pergi ke Abu Dhabi dan akan kembali dengan lebih kuat. Ini merupakan musim dingin yang berat bagi siapapun maka kami beranjak dan kami tidak sabar untuk cuaca (yang lebih hangat),” kata Guardiola, mengacu kepada ramalan cuaca yang menyebutkan Manchester akan sering hujan pada pekan depan.

“Untuk menjadi juara merupakan hal berat, itu rumit. Klub kami tidak memiliki sejarah dengan banyak gelar. Secepatnya (mengamankan gelar) akan lebih baik, namun kami sekarang dapat bersantai, para pemain pergi dengan tim-tim internasional mereka. Tidak masalah di mana kami memenanginya.”(ant)