China Terima Order 1 Miliar Buku Hawking

Beijing, 16/3 (Bisnis Jakarta) – Salah satu percetakan di China menerima order lebih dari satu miliar eksemplar buku tentang Stephen Hawking sehari setelah fisikiawan legendaris asal Inggris itu meninggal dunia, Rabu (14/3).

“Wafatnya Hawking memberikan pertanda positif pada bukunya. Banyak order buku barunya,” kata Sun Guijun, editor pada Hunan Science and Technology Press, penerbit tunggal buku Hawking di China dalam bahasa Mandarin versi sederhana, Jumat.

Sejumlah buku Hawking telah terjual di beberapa platform penjualan daring, seperti JD.com dan Dangdang.com. Saat ini para calon pembeli hanya bisa membayar uang muka atas pesanan buku itu, demikian laporan media resmi setempat.

Percetakan yang berkantor pusat di Changsha, Provinsi Hunan itu memperkenalkan buku terlaris “A Brief History of Time” di China ada 1992. Dalam jangka waktu 26 tahun kemudian 10 buku lainnya tentang Hawking diterbitkan.

“Buku berjudul ‘A Brief History of Time’ dicetak lebih dari 30 kali dan sangat populer bagi pembaca di China,” kata Sun yang bertugas sebagai editor buku-buku Hawking sejak 1999 itu.

“Saat pertama kali saya melihat dia di University of Cambridge pada 2006, saya kaget karena ilmuwan besar tersebut tidak bisa lepas dari kursi roda selamanya,” ujarnya menambahkan.

Dia sangat percaya ilmuwan yang dikaguminya itu akan melewati masa-masa sulit. Menurut dia, Hawking ilmuwan besar yang sangat tergantung pada pemikirannya saat sudah tidak mampu lagi berbicara dan menulis. “Kharismanya sangat menginspirasi saya,” tutur sang editor itu.

Buku-buku Hawking sangat populer di China. Para pembaca akan jatuh hati pada ilmu pengetahuan setelah selesai membaca bukunya.

Hunan Science and Technology Press juga berencana menerbitkan lebih banyak buku-buku Hawking untuk membantu para pembaca di daratan Tiongkok itu mendapatkan wacana tentang pemikiran dan kharisma pribadinya.

Hawking meninggal dalam usia 76 tahun di kediamannya di kompleks University of Cambridge, Rabu (14/3).

Kematiannya membuat seluruh dunia berduka, termasuk di China. Bahkan “hastag” kematian Hawking di Weibo, platform media sosial mirip Facebook yang sangat populer di China, memiliki samiliar pengikut dalam satu jam pada hari kematiannya itu.

Salah satu media terkemuka di China juga menurunkan tulisan mengenai upaya menghidupkan kembali Hawking melalui harapan-harapan dan pemikirannya.

Hawking merupakan orang pertama yang memaparkan teori kosmologi yang dijelaskan dengan menggabungkan teori relativitas umum dan mekanika kuantum. (ant)