Data Ekonomi Dukung Dolar AS Menguat

New York, 16/3 (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS diperdagangkan menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor memilah-milah sejumlah data ekonomi terbaru dari negara tersebut.

Dalam pekan yang berakhir 10 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 226.000, turun 4.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Kamis (15/3).

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 221.500, turun 750 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya.

Dalam laporan terpisah, departemen tersebut mengumumkan bahwa harga impor AS meningkat 0,4 persen pada Februari, mengalahkan konsensus pasar sebesar 0,3 persen, sementara harga untuk ekspor AS naik 0,2 persen pada Februari menyusul kenaikan 0,8 persen di bulan sebelumnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,45 persen menjadi 90,135 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2303 dolar AS dari 1,2374 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3934 dolar AS dari 1,3972 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7798 dolar AS dari 0,7881 dolar AS.

Dolar AS dibeli 106,25 yen Jepang, lebih rendah dari 106,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9516 franc Swiss dari 0,9448 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3057 dolar Kanada dari 1,2941 dolar Kanada.(ant)