Data Ekonomi Positif Dorong Wall Street Ditutup Menguat

Wall Street (Jalan Wall) adalah sebuah nama jalan di pinggiran kota Manhattan di New York yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, dan sepanjang waktu Wall Street menjadi nama dari gegografi sekitarnya.

New York, 17/3 (Bisnis Jakarta) – Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah laporan ekonomi yang secara umum positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 72,85 poin atau 0,29 persen menjadi ditutup di 24.946,51 poin. Indeks S&P 500 meningkat 4,68 poin atau 0,17 persen menjadi berakhir di 2.752,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik tipis 0,25 poin atau kurang dari 0,01 persen menjadi 7.481,99 poin.

Setelah turun 0,3 persen pada Januari, produksi industri AS naik 1,1 persen pada Februari, jauh di atas perkiraan pasar untuk kenaikan 0,4 persen, Federal Reserve melaporkan pada Jumat (16/3).

Jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 6,3 juta pada hari kerja terakhir Januari, mengalahkan ekspektasi pasar sebesar 5,8 juta, kata Departemen Tenaga Kerja AS, Jumat (16/3).

Angka awal sentimen konsumen AS pada Maret meningkat menjadi 102, lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 98,8, menurut sebuah survei yang dikeluarkan oleh University of Michigan pada Jumat (16/3).

Sementara itu, “housing starts” (jumlah rumah baru yang dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Februari berada pada tingkat tahunan disesuaikan secara musiman 1.236.000 unit, gagal memenuhi konsensus pasar, Departemen Perdagangan mengumumkan pada Jumat (16/3).

Para investor juga terus memantau perkembangan politik di negara tersebut, setelah terjadi pergantian personil-personil utama di Gedung Putih, termasuk pencopotan Rex Tillerson sebagai menteri luar negeri, dan penunjukkan Lawrence Kudlow sebagai direktur Dewan Ekonomi Nasional.(ant)