DEPOK (Bisnis Jakarta) – Dinilai sebagai wilayah Kota Ramah Anak terutama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengaku tengah membangun pendidikan inklusi. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, masing-masing kecamatan didorong memiliki satu sekolah SD dan SMP yang menyediakan kelas-kelas inklusi.

Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, tujuan dari adanya pendidikan inklusi, untuk memberikan peluang dan hak yang sama terhadap ABK dari sisi pendidikan. Terlebih, melalui pendidikan inklusi, diyakininya akan lebih cepat menumbuhkan rasa kepercayaan diri, karena ABK bergaul dengan anak-anak yang normal.

“Tentu ini upaya yang bagus, di mana semua anak berbaur dan berkomunikasi satu sama lain, sehingga membiasakan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan luar,” katanya, Jumat (16/03).

Dikatakannya, untuk membantu sekolah inklusi ini, pihaknya memberikan dana tambahan selain dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Yaitu dana untuk terapi atau yang menunjang kesembuhan dan kreativitas sebesar Rp 50 juta.

“Seperti yang diberikan kepada SD Negeri 8 Depok Baru, Pancoran Mas dan SD Negeri 3 Cisalak Pasar, Cimanggis. Mereka memiliki puluhan hingga seratusan murid-murid ABK,” katanya.

Bantuan ini juga termasuk untuk sekolah-sekolah yang mempunyai kekhususan, seperti berbasis olahraga atau seni. Pihaknya memberikan dana bantuan sebesar Rp 100 juta. Salah satunya untuk sekolah seni di SMPN 1 Depok dan sekolah olahraga di SMP 11 Kota Depok. “Bantuan ini diberikan secara rutin setiap tahunnya, dan didasarkan pada petunjuk teknis (juknis) dari Wali Kota Depok.” (jif)