Milan ( Bisnis Jakarta ) – Pelatih sementara timnas Italia Luigi Di Biagio mengatakan, pintu masih terbuka untuk penyerang sensasional Mario Balotelli yang sekali lagi terabaikan untuk pertandingan persahabatan bulan ini, meskipun pada saat ini dia secara teratur mencetak gol untuk tim Liga Prancis (Ligue 1) Nice.

Pemain berusia 27 tahun itu telah mencetak 22 gol dalam 31 penampilan di semua kompetisi untuk tim Prancis tersebut untuk musim ini.

“Gol dan jumlahnya penting untuk pemain depan, tetapi mereka harus juga dikaitkan dengan jenis performa tertentu,” kata Di Biagio kepada wartawan di kamp latihan timnas di luar Florence.

“Saya telah melihat, menilai dan memutuskan … Saya akan terus mengikutinya dan kita akan melihat apa yang akan dia lakukan dalam beberapa bulan ke depan.” Balotelli belum pernah dipilih oleh Italia sejak putaran Piala Dunia 2014 di Brasil.

Italia akan menghadapi Argentina di Manchester pada hari Jumat dan Inggris di Wembley empat hari kemudian, yang merupakan pertandingan pertama mereka sejak November ketika gagal lolos ke Piala Dunia tahun ini di Rusia.

Di Biagio, pelatih tim U-21 Italia, telah dipromosikan untuk sementara waktu menggantikan Gian Piero Ventura yang dipecat setelah mereka kalah 1-0 secara agregat oleh Swedia dalam playoff dua leg Piala Dunia.

“Meskipun ada kekecewaan besar pada bulan November, tidak ada jalan lain selain melihat ke depan. Kami tidak bisa mengubah masa lalu,” kata Di Biagio.

“Kami bukan tim nasional terbaik tapi kami juga bukan yang terburuk. Jika kita bisa memulai lagi dengan sedikit kesabaran, kita bisa membangun kembali timnas yang kuat karena kita memiliki pemain muda yang masih berkembang dan membaik.” Di Biagio juga menyertakan Gianluigi Buffon di skuad setelah membujuk kiper berusia 40 tahun tersebut agar mempertimbangkan kembali keputusannya untuk pensiun dari sepak bola internasional.

“Dia ada di sini untuk bermain, untuk membantu saya dan memberi nilai tambah dan mematikan serangan di lapangan, dia akan bermain satu atau dua pertandingan. Bukan masalah kalau di Italia ada kecenderungan untuk menjadi romantis,” kata Di Biagio.

Mantan gelandang itu juga berbicara tentang kematian mendadak kapten Fiorentina Davide Astori, yang memenangkan 14 pertandingan internasionalnya untuk Italia. Astori meninggal dunia dua minggu yang lalu pada usia 31 tahun dan jaksa mengatakan bahwa serangan jantung adalah penyebab yang paling mungkin terjadi.

“Ada yang hilang,” kata Di Biagio. “Saya tidak mengenal Davide dan beberapa pemain tapi saya cukup mengenalnya untuk mengetahui siapa dirinya.

“Ada sesuatu yang aneh … tapi kita harus berusaha membuat segalanya normal kembali, kalau tidak bisa menjadi sangat menghancurkan.”(ant)