Milan ( Bisnis Jakarta ) – Pelatih Sampdoria Marco Giampaolo, yang melihat timnya kemasukan sembilan gol dalam perjalanannya saat menelan kekalahan pada dua pertandingan terakhirnya, mengatakan mereka akan terus berada di papan tengah klasemen Liga Italia jika mereka terus menjual para pemain terbaiknya.

Komentar-komentar Giampaolo menggemakan hal serupa yang banyak diserukan klub-klub papan tengah di seantero Eropa, di mana penampilan bagus dalam satu musim dapat berarti pekerjaan pembangunan ulang pada musim selanjutnya ketika para pemain kunci mereka direbut klub-klub papan atas.

Giampaolo memimpin tim yang bermarkas di Genoa itu untuk menghuni peringkat kesepuluh di Liga Italia musim lalu, musim pertamanya di klub itu, dan mereka memulai musim ini dengan gemilang, khususnya pada laga-laga kandang di mana mereka memenangi enam pertandingan pertama di liga.

Mereka menggenggam peringkat keenam selama lebih dari 20 putaran pertandingan dan terlihat mampu bersaing untuk merebut tiket ke Liga Champions, namun mereka kini telah merosot ke peringkat kedelapan setelah kalah 1-4 di markas klub papan bawah Crotone dan kemudian kalah 0-5 di kandang Inter Milan pada Minggu.

“Telah datang masa-masa ketika Anda harus mengambil lompatan kualitas,” kata Giampaolo kepada para pewarta. “Anda harus beranjak dari kemudaan menuju menjadi seorang pria dewasa, jika tidak Anda terjebak di tepian.” “Sejauh yang saya cermati, tidak ada persamaan di mana Anda dapat menjual pemain-pemain dan memperbaiki posisi Anda di klasemen, itu tidak terjadi.” “Satu tim yang mendapatkan 40 poin dan menjual pemain-pemain terbaiknya, tahun berikutnya mendapatkan 48 poin dan menjual pemain-pemain terbaiknya… Berapa banyak poin yang perlu didapatkan setelahnya? 70?” Para pemain yang hengkang pada akhir musim lalu mencakup bek tengah Milan Skriniar, yang dijual ke Inter Milan, dan penyerang Luis Muriel, dijual ke Sevilla, dan Patrick Schick, yang dipinjamkan ke AS Roma.

Kapten Inter Milan Mauro Icardi, yang mencetak empat gol pada Minggu, juga merupakan pemain yang diizinkan untuk meninggalkan Sampdoria pada beberapa tahun terakhir.

Sampdoria menikmati periode emas antara akhir 1980-an dan awal 1990-an di mana tim mereka diperkuat sejumlah pemain seperti Toninho Cerezo, Roberto Mancini, dan Gianluca Vialli, yang membawa mereka memenangi satu-satunya gelar Liga Italia mereka serta Piala Winners Eropa.

Mereka juga mencapai final Piala Eropa pada 1992.

Mereka kemudian merosot dan tim itu menghabiskan empat musim di Serie B (divisi kedua) sebelum promosi kembali ke divisi teratas pada 2003, namun mereka tidak pernah kembali masa jayanya.

Giampaolo kemungkinan tidak mendapatkan rasa nyaman dari kata-kata yang dilontarkan presidennya Massimo Ferrero sebelum pertandingan Minggu, ketika ia berbicara terbuka perihal kemungkinan transfer tim saat ini.

“Apakah saya menyesal menjual Skriniar dengan harga pasaran? Saya bukan pria dengan penyesalan,” kata Ferrero.

Gelandang Uruguay Lucas Torreira, yang direkrut pada 2016, berada di posisi teratas dalam daftar penjualan.

“Ia adalah pemain luar biasa dan banyak tim yang menginginkannya, bukan hanya Inter Milan dan Napoli namun klub-klub lain, dari luar negeri,” kata Ferrero. “Ke mana ia akan pergi? Ke manapun yang ia inginkan.” “Kami merekrutnya ketika tidak seorang pun mengenalnya. Dalam hidup dan sepak bola, Anda memerlukan keberanian,” tambahnya.

Ferrero juga ditanyai apakah terdapat ketertarikan untuk gelandang Dennis Praet dan Karol Linetty. “Semua orang menanyakan mengenai mereka,” jawabnya.

Bukan kata-kata yang ingin didengarkan oleh Giampaolo.(ant)